Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Polisi Mintai Keterangan Wakil Ketua KPK Terkait Bom Molotov

Kamis 10 Jan 2019 09:20 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Esthi Maharani

Pelemparan Molotov Rumah Laode. Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Pelemparan Molotov Rumah Laode. Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Polisi juga sudah memeriksa enam saksi terkait kasus tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polisi telah meminta keterangan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif terkait bom molotov yang dilempar ke rumahnya. Selain Laode, polisi juga sudah memeriksa enam saksi terkait kasus tersebut.

”Siapa saja yang mengetahui, kita periksa. Pak Laode sudah kita periksa juga hari ini,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (9/1) malam.

Mereka yang telah dimintai keterangan adalah pihak-pihak yang mengetahui, mendengar, dan melihat kejadian itu. Beberapa di antaranya, Asisten Rumah Tangga Laode, Hartini dan sopir Laode, Bambang. Sopir inilah yang pertama kali menemukan benda diduga bom molotov itu Bambang.

Aparat juga telah mendalami rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) milik tetangga Laode bernama Fitria. Rekaman CCTV tersebut telah disita sementara sebagai barang bukti. Sementara CCTV Laode belum disita karena dibawa pihak IT KPK.

Hingga saat ini polisi belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait kasus bom molotov tersebut. Polisi berdalih masih bekerja mencari informasi dan petunjuk untuk mengungkap sosok pelaku yang melakukan hal tersebut.

Sebelumnya diberitakan, rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif, dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal, Rabu (9/1). Pelemparan bom molotov tersebut terjadi di kediaman Syarif yang berada di daerah Kalibata Selatan, Jakarta Selatan.

Diduga, pelemparan bom molotov terjadi pada Rabu dini hari, yakni sekitar pukul 01.00 WIB‎. Dari rekaman CCTV di kediaman Syarif, terlihat adanya orang mencurigakan yang melakukan aktivitas di depan rumah Syarif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA