Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Polri Tanggapi Usulan Pimpinan KPK Bawa Senjata

Selasa 15 Jan 2019 00:30 WIB

Red: Nidia Zuraya

Sejumlah pimpinan dan penyidik KPK yang pernah diteror (ilustrasi).

Sejumlah pimpinan dan penyidik KPK yang pernah diteror (ilustrasi).

Foto: Dok Republika.co.id
Beberapa aksi teror ditujukan kepada sejumlah pimpinan KPK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri akan mempertimbangkan wacana pemberian hak kepemilikan senjata kepada jajaran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wacana tersebut muncul karena terjadi beberapa aksi teror yang ditujukan kepada beberapa pimpinan KPK.

Baca Juga

"Sudah diajukan, sepanjang itu dibutuhkan KPK. Polisi akan melakukan kajian. Kalau diizinkan, ya, diizinkan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/1).

Ia menjelaskan bahwa penanganan kasus teror di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat ini masih difokuskan pada pencarian sidik jari pelaku. "Penyidik sedang mendalami CCTV dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Untuk sidik jari, masih didalami tim Inafis" katanya.

Untuk kejadian di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo, polisi juga masih menyelidiki sidik jari pelaku. "Itu masih didalami juga sidik jari. Begitu juga yang di tas dan paralon. Setelah digergaji dan dicek, terlalu banyak sidik jari," katanya.

Berdasarkan keterangan saksi di TKP, pihaknya tengah berupaya untuk menyusun sketsa wajah pelaku. Namun, hasil sketsa tersebut baru dapat dipublikasikan setelah dapat dipastikan kebenarannya.

"Untuk sketsa wajah, itu tidak bisa sekali dua kali. Harus berulang kali tim sketsa perlu dengan kesabaran. Harus diklarifikasi lagi bentuk mukanya seperti apa kepada saksi. Itu perlu dicek ulang kembali. Matanya, hidungnya, itu harus dikroscek," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA