Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Polisi Punya Data Komunikasi Nuryanto dan Terduga Pemutilasi

Jumat 15 Feb 2019 21:39 WIB

Red: Andri Saubani

Meli Rahmawati (33), warga Kampung Ciodeng Timur, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung tengah menunjukan foto suaminya, Ujang Nuryanto (37) yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, Senin (11/2).

Meli Rahmawati (33), warga Kampung Ciodeng Timur, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung tengah menunjukan foto suaminya, Ujang Nuryanto (37) yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia, Senin (11/2).

Foto: M Fauzi Ridwan
Data itu telah diserahkan Bareskrim Polri ke Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri mendapatkan data arus komunikasi antara korban mutilasi Nuryanto dan dua terduga pelaku mutilasi. Data itu telah diserahkan kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk pengembangan kasus.

"Penyidik Bareskrim sudah mendapatkan pembicaraan tanggal 17-22 Januari sebelum (korban) hilang pada 23 Januari," ujar Karonpenmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/2).

Dedi Prasetyo menuturkan, dari semua pembicaraan yang terekam terdapat garis komunikasi yang intens. Selanjutnya kepolisian akan mencari pemilik nomor telepon seluler yang intens dihubungi korban sebelum hilang.

Selain data komunikasi, penyidik juga mendapatkan bukti berupa transaksi dari rekening korban pada 17-22 Januari 2019 dan sudah diserahkan juga kepada PDRM. "Kurang lebih ada 25 kali tujuan juga sudah jelas. Polri akan mendukung sepenuhnya," ujar Dedi Prasetyo.

Sementara itu, untuk identifikasi korban mutilasi yang diduga Ai Munawaroh, sampel DNA ayah biologis korban telah dikirim ke Malaysia dan diperkirakan hasil keluar 7-10 hari setelah pemeriksaan DNA. Berdasarkan keterangan keluarga korban, Nuryanto yang merupakan pengusaha tekstil bersama stafnya Ai Munawaroh, berangkat ke Malaysia pada 17 Januari untuk urusan bisnis, tetapi keluarga kehilangan kontak pada 22 Januari 2019.

Dua orang yang ditemui Nuryanto untuk urusan bisnis di Malaysia itu diduga sebagai pelaku dan telah diamankan untuk dimintai keterangan. Dua orang yang diketahui sebagai warga negara Pakistan sebelumnya melapor kepada PDRM tentang hilangnya dua WNI korban mutilasi tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA