Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Menhan Ceritakan Awal Kedekatannya dengan Ahmad Dhani

Rabu 27 Feb 2019 15:36 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu

Foto: dokumentasi Kemenhan
Menhan menanggapi adanya surat yang ditulis Ahmad Dhani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menceritakan kedekatannya dengan Ahmad Dhani. Hal ini disampaikan Ryamizard menanggapi adanya surat yang ditulis Ahmad Dhani ke Ryamizard terkait vonis ujaran kebencian oleh pengadilan pada Dhani.

Ryamizard menyatakan, tidak bisa melakukan intervensi hukum atas kasus yang menimpa Dhani. "Kalau masalah hukum politik saya tidak intervensi ya," kata Ryamizard di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (27/2). Namun, Ryamizard mengakui memang dekat dengan Dhani.

Ryamizard menceritakan awal kedekatan itu terjadi semasa ia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Ryamizard menjadi Kasad pada 2003 sampai 2005. Saat itu, konflik antar Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah masih bergejolak di Aceh. Sementara, Dhani kala itu masih aktif bermusik bersama Dewa 19 yang akan melakukan tour di tanah rencong.

Ryamizard pun memberi 'tugas khusus' pada Dhani. "Saya minta sama Ahmad Dhani, coba keliling dululah terutama Aceh, lagi sedang masa GAM-lah dulu, supaya kerahkan 'NKRI Harga Mati'," kata Ryamizard.

Ryamizard memberi pesan agar Dhani dan grup musiknya, Dewa 19 menyerukan semboyan NKRI Harga Mati di tengah gelombang séparatisme di Tanah Rencong. Dhani bersama Dewa 19 yang saat itu merupakan band papan atas Indonesia kemudian mau menyampaikan pesan yang disampaikan oleh Ryamizard.

"Dengan musik, dia (Dhani) menyuarakan masalah apa namanya, bela negaralah, kaya gitu, keliling gitu," kata Ryamizard.

Terkait kedekatannya dengan Dhani, Ryamizard menyatakan, bahwa sesama anak bangsa memang harus dekat satu sama lain. Ia mengaku tidak punya musuh di Republik Indonesia.

"Musuh saya hanya satu, mush negara, musuh negara adalah musuh saya, musuh saya adalah musuh negara," kata mantan Kasad itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA