Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Dua Ransel Diangkut dari Ruang Pemeriksaan Ketum Partai

Jumat 15 Mar 2019 13:22 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Teguh Firmansyah

Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi

Penyidik belum mau berkomentar soal OTT KPK di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tiga orang yang diyakini penyidik Komisi Pemilihan Korupsi (KPK) keluar dari Ruang Subdit III Tipidkor Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, tempat diperiksanya Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Mengenakan penutup wajah berupa masker, dan topi, mereka tampak menghindari saat ditemui awak media.

Penyidik itu juga tampak membawa dua buah ransel hitam, satu kantong plastik berwarna putih, dan sejumlah berkas yang langsung diangkut ke dalam mobil Xenia berwarna putih. Kesemuanya enggan memberikan komentar lebih jauh terkait apa yang berlangsung di ruangan Subdit III Tipidkor Polda Jatim.

"Pemeriksaan masih berlanjut," celetuk salah seorang petugas kepada awak media, Jumat (15/3). Saat ditanya lebih jauh terkait pemeriksaan, mereka enggan menjawab dan berlalu masuk ke mobil Xenia berwarna putih bernopol L 1419 PH.

Ketua KPK Agus Rahardjo pun membenarkan, tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan seorang petinggi partai politik dalam operasi tangkap tangan (OTT). Berdasarkan informasi, petinggi partai yang ditangkap adalah Ketua Umum PPP M Romahurmuziy.

"Betul, ada giat KPK di Jatim. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim," kata Agus Rahardjo dalam pesan singkatnya, Jumat (15/3).

Belum diketahui secara pasti tindak pidana yang diduga dilakukan elite politik tersebut hingga ditangkap KPK. Demikian pula dengan barang bukti yang disita maupun identitas pihak lain yang turut ditangkap.

Agus mengatakan, statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak tersebut. "Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi," kata Agus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA