Minggu, 14 Ramadhan 1440 / 19 Mei 2019

Minggu, 14 Ramadhan 1440 / 19 Mei 2019

Pasca-OTT KPK, Ruang Kerja Romi di DPR Dijaga Pamdal

Jumat 15 Mar 2019 15:47 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil

Pamdal di gedung parlemen, Jakarta, menjaga ruang kerja Ketua Umum PPP Rommahurmuziy, Jumat (15/3).

Pamdal di gedung parlemen, Jakarta, menjaga ruang kerja Ketua Umum PPP Rommahurmuziy, Jumat (15/3).

Foto: Febrianto Adi Saputro/Republika.co.id
Petugas KPK mengamankan seorang petinggi partai politik dalam OTT di Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan pengamanan dalam (pamdal) parlemen melakukan penjagaan di ruang kerja Ketua Umum PPP M Romahurmuziy pascakabar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (15/3). Berdasarkan pantauan Republika.co.id, terlihat beberapa petugas pamdal berjaga-berjaga di depan pintu masuk ruangan 1537 Fraksi PPP di lantai 15 Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Baca Juga

Secara bergantian petugas melakukan pengamana dua lapis. Satu sampai dua orang berjaga di bagian luar ruangan 1537, sedangkan dua sampai empat orang berjaga di dalam. Para awak media tidak diperkenankan masuk.

Wakil Ketua Umum PPP Arwani thomafi enggan memberi tanggapan terkait kabar yang menimpa ketua umum PPP tersebut. Ia menjanjikan akan memberikan info terkait hal itu kepada wartawan nanti.

"Maaf, nanti ya diinfo, terima kasih," ujar Arwani saat dihubungi Republika.co.id melalui pesan elektronik.

Sebelumnya Tim Satgas KPK kembali mengamankan seorang petinggi partai politik dalam OTT. Berdasar informasi, petinggi partai yang ditangkap diduga sebagai Ketua Umum PPP M Romahurmuziy.

"Betul ada giat KPK di Jatim, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam pesan singkatnya, Jumat (15/3).

Belum diketahui secara pasti tindak pidana yang diduga dilakukan elite politik tersebut hingga ditangkap KPK. Demikian pula dengan barang bukti yang disita maupun identitas pihak lain yang turut ditangkap.

Agus mengatakan statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak tersebut. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA