Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Manajemen Pupuk Indonesia Tunggu Keterangan KPK Terkait OTT

Kamis 28 Mar 2019 10:37 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT). (Republika/Mardiah)

Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT). (Republika/Mardiah)

Foto: Republika/Mardiah
Dari 7 yang diamankan diduga ada di antaranya merupakan direksi PT Pupuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen PT Pupuk Indonesia (Persero) mengatakan masih menunggu keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengamanan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, (27/3). Dari tujuh orang yang diamankan diduga ada di antaranya merupakan direksi PT Pupuk Indonesia. Kami sedang melengkapi data dan fakta yang lengkap, serta menunggu keterangan resmi dari KPK," kata Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana, di Jakarta, Kamis (28/3).

Baca Juga

Menurut Wijaya, pihaknya juga masih mengubungi masing-masing direksi dan pihak terakait terhadap kasus OTT tersebut. Pengumpulan informasi untuk mendetilkan apakah direksi Pupuk Indonesia terkena OTT atau sebagai saksi.

Wijaya menyebutkan, segenap Direksi Pupuk Indonesia, Kamis pagi (28/3) langsung menggelar rapat terkait informasi OTT tersebut. "Ini baru kelar (rapat direksi). Keterangan lebih lanjut soal kasus ini segera kami informasikan," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari mengatakan KPK mengamankan tujuh orang dalam sebuah OTT. "Kami konfirmasi memang ada sejak sore tadi kegiatan tim KPK di Jakarta. Jadi, ada tim yang ditugaskan setelah kami menerima informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya penyerahan sejumlah uang melalui perantara," kata Febri.

Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa setelah menerima informasi itu kemudian ditindaklanjuti ke lapangan dan mengamankan total tujuh orang. Jadi, total yang dibawa ke kantor KPK adalah tujuh orang. Ada yang dari unsur direksi BUMN kemudian ada pengemudi, dan swasta," ungkap Febri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA