Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Lima Orang Terduga Teroris Ditangkap di Garut

Selasa 21 May 2019 22:51 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi Terorisme

Ilustrasi Terorisme

Foto: Foto : MgRol_92
Mereka ditangkap tim gabungan TNI/Polri saat melaksanakan operasi pekat.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Aparat gabungan dari Polres Garut, Brimob Subden 4 Detasmen A Pelopor Polda Jawa Barat, dan Kodim 0611 Garut, menangkap lima orang yang diduga terkait dengan jaringan teroris, Selasa (21/5). Lima orang ditangkap ketika tim gabungan TNI/Polri sedang melaksanakan operasi pekat di wilayah Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

Baca Juga

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, penangkapan bermula saat aparat melakukan operasi pekat di wilayah Malangbong bersama anggota Brimob dan TNI. Menurut dia, ketika melakukan operasi, terlihat melintas kendaraan roda empat dari arah Tasikmalaya. "Ketika melihat ada petugas, kendaraan itu putar balik ke arah Tasik lagi," kata dia, Selasa (21/5).

Aksi putar balik itu membuat tim di lapangan mengejar kendaraan tersebut. Alhasil, kendaraan dihentikan di sekitar tanjakan Malangbong arah Gentong. Pengemudi dan penumpang dalam kendaraan itu pun langsung diamankan.

Budi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan di lokasi, lima orang dalam kendaraan itu diduga sebagai jaringan teroris. "Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mereka ini diduga merupakan jaringan teroris yang bergerak dari Ciamis. Tujuannya sendiri adalah Jakarta untuk mengikuti aksi people power tanggal 22 Mei," kata dia.

Budi mengatakan, hingga saat ini, kelima orang itu masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Ia tak mau memberikan keterangan lebih lanjut mengenai proses yang akan dilakukan selanjutnya. "Kita belum bisa memberikan pernyataan lebih karena ada yang khusus membidangi hal tersebut," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA