Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Antasari Azhar Nilai KPK Butuh Dewan Pengawas

Rabu 26 Jun 2019 22:45 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Muhammad Hafil

Mantan ketua KPK, Antasari Azhar bersama Denny Siregar berdiskusi dengan awak media dalam acara #SaveKPK dari radikalisme, Rabu (26/6). Acara digelar di Jalan HOS. Cokroaminoto nomor 92, Menteng, Jakarta Pusat.

Mantan ketua KPK, Antasari Azhar bersama Denny Siregar berdiskusi dengan awak media dalam acara #SaveKPK dari radikalisme, Rabu (26/6). Acara digelar di Jalan HOS. Cokroaminoto nomor 92, Menteng, Jakarta Pusat.

Foto: Republika/Riza Wahyu Pratama
Pengawas teknis untuk KPK diperlukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar menuturkan, KPK membutuhkan Dewan Pengawas. Ia berpandangan, fungsi pengawasan akan memperkuat KPK sebagaimana lembaga tinggi negara lainnya.

Baca Juga

"Di kepolisian ada Kompolnas. Hakim ada Komisi Yudisial. Memang pengawas (lembaga eksekutif) itu DPR. Tapi pengawas teknis juga diperlukan," kata Antasari, Rabu (26/6).

Ia menambahkan, hal itu ditujukan untuk menghindari hambatan pengusutan sebuah kasus. Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan diarahkan untuk mencampuri urusan KPK. Melainkan untuk menjadikan KPK semakin baik.

Kemudian, jika telah dibentuk Dewan Pengawas KPK. Ia berharap seluruh pegawai KPK dapat mematuhi audit internal yang dilakukan.

Di sisi lain, Antasari Azhar juga sempat mengomentari perihal seleksi pimpinan KPK. Menurutnya, KPK memerlukan pimpinan yang memiliki kapasitas penegak hukum. "Bagaimana soal gelar perkara kalau tidak punya kapasitas penegak hukum," ujarnya.

Kemudian, Antasari juga menceritakan pengalamannya ketika memimpin KPK. Ia berpandangan, pimpinan KPK harus rajin menyapa seluruh elemen di KPK. Berdasarkan pengalamannya, hal itu mendorong pimpinan KPK memahami dinamika seluruh pegawainya.

"Saya datangi, mana ruang penyidikan, mana ruangan penuntutan. Kalau pemimpinnya hanya menunggu di ruangan ya keburu pecah masalahnya nanti," ucap Antasari.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA