Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Semangat Sumpah Pemuda Tutup PKN Revolusi Mental

Ahad 28 Oct 2018 19:44 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Gita Amanda

Penutupan PKN Revolusi Mental 2018 di Manado.

Penutupan PKN Revolusi Mental 2018 di Manado.

Foto: Kemenko PMK
PKN Revolusi Mental 2018 dapat terlaksana dengan baik atas kerja sama seluruh pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental 2018 yang diselenggarakan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara resmi ditutup pada Ahad (28/10) sore. Penutupan PKN Revolusi Mental dimeriahkan dengan karnaval budaya di lapangan Sario, Manado. Ribuan peserta yang terdiri dari Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, Pelajar hingga Komunitas mengikuti penutupan PKN Revolusi Mental.

Penutupan PKN Revolusi Mental  juga bertepatan dengan Peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Nyoman Shuidam menjelaskan PKN Revolusi Mental 2018 dapat terlaksana dengan baik atas kerja sama seluruh kementerian dan lembaga serta pemerintah provinsi yakni Kemenko PMK, Kemenko Kemaritiman, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, Kemen PAN RB, Kemendagri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan berbagai komponen bangsa lainnya.

“PKN Revolusi Mental merupakan sebuah upaya nyata di tingkat nasional yang memiliki peran strategis untuk menggelorakan nilai dan Gerakan Revolusi Mental” jelas Nyoman dalam penutupan PKN Revolusi Mental.

Atas penyelenggaraan yang sukses ini, Nyoman mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas kerja sama dan kontribusinya.

“Saya juga memberikan penghargaan yang tinggi dan terima kasih kepada masyarakat Manado dan Sulawesi Utara atas dukungannya. Semoga kesempatan ini menjadi momentum untuk berkontribusi dan semakin memperkuat berbagai praktik perubahan yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara sesuai dengan semangat revolusi mental dan sumpah pemuda” kata Nyoman.

Pelaksanaan PKN Revolusi mental berlangsunh sejak tanggal 26-28 Oktober 2018 dihadiri oleh Menteri Koordinator Penanggungjawab Program Gerakan Revolusi Mental (MenPANRB, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko Maritim, dan Mendagri) serta menteri undangan lainnya.

Sebanyak lebih dari 15 ribu orang hadir menyemarakkan berbagai kegiatan PKN Revolusi Mental yang diadakan di Lapangan Koni Sario Kota Manado. Selama tiga hari, berbagai kegiatan sudah diselenggarakan yang meliputi Pameran Inovasi Pelayanan Publik dan Kreativitas Anak Bangsa, Pemutaran Film bertema Revolusi Mental, Rembuk Nasional GNRM dan diakhiri dengan

Berbagai kegiatan yang diselenggarakan selama PKN Revolusi Mental 2018 merupakan cerminan nyata dari nilai-nilai revolusi mental yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Pelaksanaan Rembuk Nasional Lima Gerakan Revolusi Mental telah menghasilkan berbagai rekomendasi serta komitmen bersama untuk mengimplementasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental agar lebih fokus, terarah, terpadu dan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan unsur-unsur pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha serta komponen bangsa lainnya. Gerakan Nasional Revolusi Mental berorientasi kepada dampak sehingga harus terjadi berbagai perubahan yang fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam acara tersebut, Provinsi Kalimantan Selatan ditetapkan sebagai penyelenggara PKN Revolusi Mental tahun 2019. Terpilihnya Provinsi Kalimantan Selatan didasari oleh beberapa hal penting antara lain adanya komitmen dari Provinsi Kalimantan Selatan untuk melaksanakan aksi nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental yang ditandai telah terbentuknya Gugus Tugas Revolusi Mental di Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan adanya pengajuan diri secara resmi dari Provinsi yang bersangkutan untuk menyelenggarakan kegiatan PKN Revolusi Mental.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA