Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

BPOM-Kemenko PMK Sosialisasi Pangan Aman dan Asupan Gizi

Senin 04 Mar 2019 14:00 WIB

Red: Gita Amanda

Menko PMK Puan Maharani

Menko PMK Puan Maharani

Foto: MPR
Pangan menjadi fondasi untuk membangun SDM yang cerdas dan handal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pangan aman dan asupan gizi kepada masyarakat di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (1/3) lalu. Sosialisasi dilakukan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2019,

Baca Juga

Menko PMK Puan Maharani menyampaikan, pangan menjadi fondasi untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan handal. "Untuk membangun SDM yang berkualitas, perhatian khusus perlu diberikan pada SDM masa depan terlebih dulu, yaitu anak Indonesia yang harus sehat dan cerdas," ujar Menko PMK Puan Maharani.

Puan melanjutkan, sebagai langkah utama dan terpenting untuk membangun SDM adalah memastikan pemenuhan asupan pangan yang aman dan bergizi pada anak sejak dalam kandungan.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K. Lukito, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk proaktif melakukan sosialisasi dan edukasi seputar makanan dan obat-obatan yang aman dan berkualitas guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. Acara ini diadakan untuk meningkatkan derajat kesehatan Indonesia melalui pemahaman masyarakat akan peningkatan asupan gizi dan kesadaran mengonsumsi obat dan pangan yang aman.

Berdasarkan pada visi BPOM RI yaitu "Obat dan Makanan Aman Meningkatkan Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Bangsa", Penny bersama BPOM turut mendukung capaian pembangunan manusia melalui pengawasan obat dan makanan. Dukungan yang diberikan melalui jaminan obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan dan pangan yang aman.

"Hal ini dapat dicapai dengan adanya asupan pangan yang aman, sehingga foodborne disease (penyakit akibat pangan yang tidak aman) dapat diturunkan. Obat yang aman dan berkhasiat digunakan untuk penyembuhan, sementara obat tradisional atau jamu yang aman dan bermutu dikonsumsi untuk memelihara kesehatan," kata Penny.

Dalam mengontrol asupan pangan yang aman, BPOM telah melakukan intervensi keamanan pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di berbagai Sekolah Dasar (SD). Di wilayah Klaten, dilakukan di SD IT Annajah dan SD Kristagracia.

BPOM terus melaksanakan sosialisasi, Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), penyuluhan, dan pemberian informasi di berbagai kesempatan untuk memastikan masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi produk yang aman, bermanfaat, dan bermutu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA