Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Asmara di Balik Bunuh Diri Pejabat Polisi Tangerang

Sabtu 31 Oct 2015 19:47 WIB

Rep: c36/ Red: Teguh Firmansyah

Iptu Budi Riyono

Iptu Budi Riyono

Foto: Dokpri

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Penyebab tewasnya Kanit Lantas Polsek Cipondoh, Iptu Budi Riyono, pada Sabtu (31/10) pagi dipastikan karena masalah percintaan. Budi menghabisi nyawanya sendiri di rumah Helin Herlina, perempuan yang diduga menjadi simpanannya.

Kapolsek Cipondoh, Kompol Paryanto, mengatakan berdasarkan hasil autopsi di RSUD Kota Tangerang, dipastikan bahwa meninggalnya Budi akibat bunuh diri menggunakan pistol miliknya. Dua luka tembak ditemukan di atas telingan bagian kanan kepala korban.

"Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP,  untuk sementara motif bunuh diri korban murni karena masalah percintaan. Korban bermaksud menikahi wanita idaman lain (WIL) nya. Namun, WIL menolak dan korban merasa takut ditinggalkan," jelas Paryanto ketika dihubungi Republika, Sabtu malam.

Meski demikian, proses penyelidikan tetap berlanjut. Paryanto menuturkan masih ada kemungkinan untuk sampai pada kesimpulan lain. Meski begitu, dia menyatakan Budi tidak memiliki masalah hidup tertentu yang membuatnya merasa tertekan.

Sabtu malam, jenazah Budi dikebumikan di Meruya, Jakarta Barat. Menurut Paryanto, hingga saat ini, keluarga korban, terutama istri dan anaknya masih terkejut dengan musibah yang menimpa Budi. Paryanto juga mengkonfirmasi bahwa bunuh diri yang dilakukan Budi terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Iptu Budi Riyono, ditemukan meninggal dunia  di Cluster Griya Kenanga, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang pada Sabtu pagi.  Sehari sebelum tewas, Jumat (30/10) malam, Budi datang ke Cluster Griya Kenanga untuk keperluan menginap. Budi diketahui menginap di rumah teman dekat yang belakangan diketahui sebagai WIL-nya, Helin Herlina, dengan alasan akan ada kegiatan pada Sabtu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA