Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Abah Alwi: Henk Ngantung Gubernur Non-Muslim, Tapi tak Kasar

Jumat 16 Sep 2016 17:44 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Henk Ngantung

Henk Ngantung

Foto: henkngantung.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarawan Jakarta, Alwi Shahab, ikut angkat bicara soal kisruh gubernur Jakarta non-Muslim. Alwi Shahab mengatakan, sebelum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jakarta pernah dipimpin gubernur non-Muslim, Henk Ngantung.

Namun, meski beragama Katolik Roma, Henk lebih disenangi warga Jakarta lantaran tidak kasar seperti Ahok. "Henk Ngantung tidak banyak berpolitik, tapi lebih banyak bekerja untuk rakyat, sehingga rakyat tidak merasa kalau gubernurnya non-Muslim," kata Abah Alwi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/9).

Henk Ngantung, kata Abah Alwi, adalah seorang seniman. Dia juga sangat dikagumi Bung Karno. "Karena itu banyak proyek pembangunan yang dicanangkan Bung Karno digarap Henk Ngantung," ucap Abah Alwi.

Lantas, apa yang membedakan Henk Ngantung dengan Ahok? "Ahok gebrakannya terlalu kasar kepada rakyat kecil. Apa yang dia mau harus terkabul dan harus dilaksanakan," kata Abah Alwi yang baru berulang tahun ke-80 pada 31 Agustus lalu.

Sementara Henk Ngantung sangat baik dan dekat dengan rakyat kecil. "Dia itu tinggal di daerah Jatinegara. Rumahnya di gang kecil saat menyambanginya," kata dia.

Meski non-Muslim, Henk Ngantung tidak pernah menimbulkan pertikaian. Henk Ngantung lebih meladeni keinginan masyarakat dan terbuka sekali dengan rakyatnya.

"Dia memang Kristen yang taat, tapi secara omongan justru tidak kasar. Malah Ali Sadikin yang cukup kasar, tetapi dia justru dianggap sebagai gubenur Jakarta yang paling sukses," ujar Abah Alwi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA