Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Membedah Jantung Jakarta

Selasa 07 Apr 2015 11:00 WIB

Red:

Angkutan massal berbasis rel, mass rapid transit (MRT), direncanakan akan membentang sejauh 110,8 km di tengah Kota Jakarta. Aktivitas peletakan batu pertama sendiri dilakukan oleh Presiden Joko Widodo yang dulu masih menjabat sebagai gubernur DKI dua tahun lalu.

Setidaknya ada dua koridor yang akan dibangun, salah satunya koridor selatan-utara, dengan rute Lebak Bulus-Kampung Bandan. Direktur Utama PT MRT Dono Boestami menyampaikan, koridor ini memiliki panjang 25 km. Sejauh 10 km berada di permukaan berupa jalan layang dan 15 km berada di bawah tanah. Di permukaan akan ada tujuh stasiun. Sedangkan di dalam tanah ada 14 stasiun.

Kedua, koridor timur-barat yang akan beroperasi di sepanjang jalur Cikarang-Balaraja. Panjang koridor ini adalah 87 km dengan 41 stasiun. Dono mengatakan, kajian terkait koridor kedua ini sudah dirampungkan oleh pemerintah pusat. Tahap selanjutnya tinggal merealisasi pembangunan. Dono sendiri tidak menyebutkan kapan koridor kedua akan dibangun. Namun, ia memiliki target pengoperasian antara 2024 sampai 2027.

Pembangunan koridor pertama dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun. Sebanyak tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Dono berharap agar jalur ini bisa beroperasi pada 2018. Sedangkan tahap kedua bersambung dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 km. "Tahun ini akan mulai dibangun," ujarnya, pekan lalu. Target operasi pembangunan tahap kedua adalah 2020.

Pembangunan MRT pada tahap pertama ini mengalami beberapa kemajuan. Bagian underground hampir selesai. "Pekerjaan pembuatan d-wall atau pembangunan dinding stasiun di setiap titik konstruksi stasiun bawah tanah MRT sudah hampir rampung dikerjakan," kata Dono memaparkan. Selanjutnya, akan dilakukan pekerjaan pembuatan kolom stasiun (kingpost) pada sisi selatan Stasiun Bundaran HI dan pembuatan dinding stasiun (d-wall) pada sisi timur.

Pada titik Setiabudi, terdapat perubahan area kerja yang mengakibatkan pengalihan lalu lintas busway di Jalan Sudirman. Sedangkan di area transisi Jalan Sisingamangaraja dibutuhkan area kerja tambahan. Hal ini membuat adanya rekayasa lalu lintas pada area tersebut. Dono menambahkan, di Lebak Bulus pun ada penambahan area kerja. Oleh karenanya, akan dilakukan pengendalian kemacetan di area tersebut.

Saat ini ada empat kontraktor yang mengerjakan pembangunan MRT, yaitu Tokyu-Wika JO, OSJ JV (Obayashi-Shimizu-Jaya Kontruksi), SOWJ JV (Shimizu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Kontruksi), dan SMCC-HKJO (Sumitomo Mitsui-Hutama Karya). Standar kerja kontraktor adalah internasional. "Ya paling tidak standarnya Jepang," ucapnya.

Secara teknis, pelaksanaan pembangunan diserahkan langsung kepada kontraktor di lapangan. Namun, pengawasan terus dilakukan oleh PT MRT. Bahkan, Dono menyampaikan, jika ada kesalahan atau ketidaksesuaian kerja, pihaknya berhak memberikan peringatan dan sanksi pada kontraktor.

Pembangunan di lapangan masih berlangsung. Sejumlah alat berat, besi, dan berbagai komponen pembangun terowongan terlihat siap dipasang di area proyek. Para pekerja terus memasang bagian pembangunan tiang berupa besi baja ke bawah tanah sepanjang 24 meter.

Menurut pekerja kontraktor SOWJ, Marzuki (45 tahun), proyek tersebut dikerjakan delapan jam dalam sehari. Dimulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Namun, Marzuki sendiri mengaku tidak tahu menahu soal kapan proyek ini akan selesai. "Wah, belum ada kejelasan kapan selesai," ujar Marzuki. Sebab, baginya dan rekan-rekannya yang penting adalah bekerja dan menjalankan tugas dari mandor.

Sejauh ini memang beberapa proyek pembangunan MRT masih terlihat. Terutama di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman. Di beberapa titik seperti di depan Hotel Indonesia, Setia Budi, Senayan, dan Bundaran Senayan aktivitas pekerja dapat langsung dilihat dari bahu jalan atau jembatan penyeberangan.

Di dalam area yang dibatasi seng pembatas jalan, tampak gundukan pasir, tanah, dan batu menumpuk tertata siap untuk digunakan. Lubang galian yang tampak begitu dalam seolah menganga menunggu untuk diselesaikan.

Dari luar pembatas memang tak tampak adanya aktivitas. Masyarakat yang beraktivitas di luar proyek pembuatan MRT beraktivitas seperti biasa. Mereka tak terganggu. Begitu juga dengan pekerja. Mereka tetap fokus pada pekerjaannya. Jika hujan, sering kali air membasahi gundukan tanah. Kemudian mengalir ke jalan raya. Hal ini mengakibatkan jalan berlumpur.

Selama tujuh hari dalam sepekan, mesin kontraktor terus bergerak, menandakan pengerjaan sedang berjalan. Pekerja hilir mudik di dalam area proyek. Setiap pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB mereka berhenti untuk istirahat, kemudian melanjutkan pekerjaannya.

Ketika hujan mereka masih tetap berusaha menegakkan tiang-tiang besi bahan bangunan sambil menggunakan jas hujan, sepatu but, dan pengaman kepala. Semua dilakukannya agar proyek ini cepat selesai.

Begitu pun saat libur. Seperti pada hari libur nasional karena perayaan Imlek. Para pekerja masih saja mengerjakan proyek pembangunan terowongan angkutan massal itu. Namun, ada yang berbeda pada hari libur sebab mandor tidak masuk kerja.

Pekerja tetap fokus pada tugasnya, seolah sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Bahkan, tanpa aba-aba khusus, setelah pukul 13.00 mereka langsung kembali mengerjakan pemasangan alat berat.

Dono menyebutkan, kendala pembangunan MRT sejauh ini terletak pada ketersediaan lahan. Walau begitu, ia mengaku berbagai proses tahapan pembebasan lahan telah ditempuh. "Kami sudah menghubungi pemprov dan melengkapi persyaratan administrasinya," ucap Dono.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faizal. Menurutnya, pembebasan lahan yang sudah dilakukan adalah 80 persen dari keseluruhan kebutuhan area proyek MRT. "Ya, sisanya 20 km lagi sepertinya," ujar Yusmada.

Ia sendiri mengaku tidak tahu persis progres pembangunan MRT. Sebab, kewajibannya hanya sekadar memfasilitasi pembebasan lahan dengan menghubungkan PT MRT pada wali kota dan P2T. Sempat dilanda isu mangkrak, Direktur PT MRT hanya berkata, "Ya terserah, saya tidak mau komentar. Lihat saja di lapangan seperti apa." ia sendiri meyakini bahwa pembangunan angkutan massal tersebut akan selesai pada waktunya. n ed: erdy nasrul

Sejumlah Jalur Ditutup

Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan melakukan pengaturan lalu lintas (lalin). Hal ini terkait pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) Setiabudi di Jalan Jenderal Sudirman oleh PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

"Pengaturan lalin di sekitar lokasi proyek pekerjaan tersebut akan kita lakukan bersama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya," kata Kepala Dishubtrans Benjamin Bukit.

Menurut dia, pekerjaan pembongkaran JPO tersebut akan dilakukan selama satu malam, yakni mulai 29 Maret pukul 22.00 WIB hingga 30 Maret 2015 pukul 05.00 WIB. Dengan adanya pekerjaan tersebut, maka akan dilakukan penutupan jalur lalin antara Bundaran Hotel Indonesia (HI) sampai dengan Jembatan Semanggi.

Pada saat pembongkaran JPO sisi timur (depan Chase Plaza) pukul 22.00 hingga 01.30 WIB, lalin dari arah Bundaran HI menuju Blok M akan dialihkan melalui underpass Dukuh Bawah (dekat Gedung Landmark) menuju Jalan RM Margono Djojohadikusumo-Jalan KH Mas Mansyur- flyover Karet, lalu kembali ke Jalan Jenderal Sudirman.

Sedangkan untuk kendaraan yang akan menuju ke arah Cawang, dapat melalui Jalan Galunggung lalu belok ke kanan menuju Jalan HR Rasuna Said. Alternatif lain, di Bundaran HI kemudian belok kiri ke arah Jalan Imam Bonjol.

Selanjutnya, saat pembongkaran JPO sisi barat (depan Mid Plaza) pada pukul 01.30 hingga 05.00 WIB, lalin dari Blok M menuju Bundaran HI akan dialihkan melalui Jalan KH Mas Mansyur-Jalan RM Margono Djojohadikusumo, underpass Dukuh Bawah (dekat gedung Landmark) lalu kembali ke Jalan Jenderal Sudirman.

Dishubtrans DKI pun mengungkapkan, setelah pekerjaan pembongkaran JPO Setiabudi itu selesai, lalin akan dikembalikan seperti sebelumnya. "Diimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan diri dengan pengaturan lalin yang diterapkan, mematuhi rambu-rambu lalin, petunjuk petugas di lapangan dan mengutamakan keselamatan di jalan," ungkap Benjamin. n antara ed: erdy nasrul

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA