Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Listrik Jadi Penyebab Kebakaran Tertinggi di Jakarta

Kamis 24 Aug 2017 10:56 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Arus pendek listrik

Arus pendek listrik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak awal tahun hingga kini, setidaknya sudah terjadi 271 kebakaran di DKI Jakarta. Penyebab kebakaran tersebut macam-macam. Tapi yang paling sering karena aliran listrik.

Berdasarkan statistik yang dilansir dari Jakartafire.net, ada empat penyebab kebakaran yang terjadi di Jakarta. Angka tertinggi ada pada aliran listrik, yaitu 173 kasus. Sedangkan tiga penyebab lainnya tidak ada yang mencapai angka 100.

Tiga penyebab kebakaran lain selain aliran listrik adalah akibat puntung rokok, kompor, dan lain-lain. Masing-masingnya berjumlah enam kasus, 26 kasus, dan 66 kasus.

Jika dilihat dari statistik tersebut, jumlah kebakaran yang terjadi di DKI Jakarta tahun ini belum sebanyak tahun 2016 atau tahun-tahun sebelumnya. Di sepanjang tahun 2016 saja, tercatat pada statistik tersebut ada 1.047 kasus kebakaran yang disebabkan oleh empat hal tadi dan aliran listrik masih menjadi empat penyebab utama.

Di tahun 2015, jumlah kasus kebakaran lebih banyak lagi. Bahkan, tahun tersebut merupakan tahun yang paling tinggi kasus kebakarannya dalam enam tahun terakhir. Pada 2015, terjadi 1.642 kasus di DKI Jakarta dan aliran listrik lagi-lagi menjadi penyebab terbesarnya.

Pada laman itu juga disebutkan, kejadian kebakaran sejak Januari 2016 hingga 23 Agustus 2017 berjumlah 875 kejadian. Jika ditaksir, kerugian dari kebakarann-kebakaran itu mencapai Rp 369.841.105.000 dengan korban luka-luka 79 orang dan korban jiwa sebanyak 43 jiwa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA