Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Mal Pelayanan Publik akan Dibangun di Makassar

Kamis 12 Oct 2017 14:50 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Esthi Maharani

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah)

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah)

Foto: ANTARA/Rosa Panggabean

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Asman Abnur mengatakan, Mal Pelayanan Publik (MPP) rencananya akan dibangun di beberapa daerah. Rencananya, MPP tak hanya ada di Jakarta, tapi juga Surabaya dan akan segera dibangun di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Bukan hanya di Jakarta, di Surabaya juga ada, Makassar juga ada dan diharapkan menular ke seluruh Indonesia," kata dia usai peresmian MPP DKI Jakarta di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (13/10). Namun, menurut dia, semua itu tergantung kesiapan daerah masing-masing.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan MPP yang berada di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/10). Berbagai jenis layanan perijinan maupun non-perijinan di Ibu Kota kini cukup hanya dengan mendatangi satu tempat tersebut.

Djarot mengatakan, pengembangan sistem pelayanan ini dimulai pada 2012 saat terbentuknya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat gubernur DKI. Sistem pelayanan kemudian terua berkembang dengan menggunakan sistem berbasis elektronik.

"Alhamdulillah dalam waktu singkat kurang dari satu bulan sudah selesai dengan mengintegrasikan 296 pelayanan dari Pemprov DKI dan 34 pelayanan pemerintah pusat artinya ada 340 layanan (di MPP)," kata Djarot.

Dalam peresmian tersebut, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil turut hadir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA