Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Plafon Kelas Ambruk, Siswa SD Cipinang 01 Berbagi Ruangan

Senin 13 Nov 2017 17:06 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Israr Itah

Kondisi plafon kelas 1 SDN Cipinang 01 Kecamatan Rumpin, Bogor, Senin (13/11). Kondisi ini membuat siswa harus berbagi kelas dengan murid kelas 6 SD.

Kondisi plafon kelas 1 SDN Cipinang 01 Kecamatan Rumpin, Bogor, Senin (13/11). Kondisi ini membuat siswa harus berbagi kelas dengan murid kelas 6 SD.

Foto: dok. Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Anak-anak kelas 1 SD Negeri Cipinang 01 Kecamatan Rumpin, Bogor, harus ruangan dengan siswa kelas 6 pada Senin (13/11). Sebab, plafon kelas mereka ambruk pada Sabtu (11/11) pagi. 

"Ambruknya kurang lebih pukul 09.30," ujar Kepala SD Negeri Cipinang 01, Umama ketika dikonfirmasi Republika.co.id.

Ambruknya plafon disebabkan kondisi material yang sudah lapuk. Beruntung, kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Saat rubuh, Umama menjelaskan, anak-anak kelas 1 yang berjumlah 19 orang tengah berada di lapangan untuk menjalani kegiatan belajar luar ruang.

Karena tidak layak digunakan lagi, murid kelas 1 SD harus berbagi kelas dengan anak kelas 6 SD yang berjumlah 33 orang. Dari total empat baris meja yang ada, dua baris di antaranya untuk kelas 1. 

Ia mengatakan, ini tak efektif untuk kegiatan belajar mengajar. "Tapi daripada mereka di teras yang kotor. Belum lagi kalau hujan," kata Umama.

Untuk kegiatan belajar mengajar pada Selasa (14/11), siswa kelas 1 SD akan ditempatkan di ruangan kantor kosong yang sudah tidak terpakai. Meski pas-pasan, Umama mengatakan, terpenting anak bisa belajar dengan kondisi memadai tanpa perlu berbagi ruang kelas lagi.

Ini bukanlah kejadian pertama di SDN Cipinang 01. Umama menuturkan, beberapa bulan lalu, ruang kelas 4 SD juga mengalami hal serupa. Meski sudah melaporkan ke kecamatan dan unit pelaksana teknis (UPT), namun belum ada tindak lanjut. Dampaknya, plafon di ruang kelas 4 SD masih terbengkalai sampai saat ini.

Besok, Umama didampingi Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia berencana mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. "Kami akan melaporkan kondisi ini, sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Koordinator Divisi Advokasi Anggaran Kopel Indonesia, Anwar Razak.

Sementara ini, Kopel meminta sekolah untuk tidak menggunakan kelas tersebut karena berisiko. Anwar mengaku sudah menghubungi DPRD dan Pemerintah Daerah tapi belum mengambil tindakan cepat.

Sebelumnya, Anwar menjelaskan, Kopel dan pihak sekolah sudah melaporkan terkait kondisi bangunan SD Negeri Cipinang 01 ke Pemda. Bahkan, sudah diusulkan berkali-kali melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan. "Pihak UPT kelihatannya sudah lepas tangan dan dinas hanya bisa berjanji," tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES