Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Kasus Sembako Maut, Polda akan Periksa Sandiaga

Jumat 04 May 2018 01:23 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Ani Nursalikah

Warga RW 11 Pademangan Barat, menunjukkan kupon maut yang bisa ditukarkan dengan sembako di acara Untukmu Indonesia.

Warga RW 11 Pademangan Barat, menunjukkan kupon maut yang bisa ditukarkan dengan sembako di acara Untukmu Indonesia.

Foto: Republika/Rahma Sulistya
Kapolda Metro Jaya sudah membentuk tim khusus guna menyelidiki tewasnya korban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyelidikan atas tewasnya dua anak kecil dalam pembagian sembako gratis pada acara "Untukmu Indonesia", Sabtu (28/4), masih terus dilanjutkan penyidik Polda Metro Jaya. Rencananya, penyidik akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk dimintai keterangan.

"Nanti kita panggil, semuanya akan kita mintai klarifikasi. Nanti kita agendakan dulu supaya jelas. Tidak menutup kemungkinan Wagub akan kita undang juga," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/5).

Ia menuturkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis sudah membentuk tim khusus guna menyelidiki apakah kedua anak tersebut tewas karena mengantre saat pembagian sembako atau tidak. "Kita sudah bentuk tim. Nanti kita akan melakukan penyelidikan. Rencana penyelidikan mulai dari kegiatan yang ada di Monas," ujar Argo.

(Sandiaga Minta Insiden Sembako Monas tak Dipolitisasi)

Sebelumnya diberitakan, dua anak bernama Mahesa Junaedi (12) dan Muhammad Rizki (10 tahun), warga Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, menjadi korban tewas dalam event bagi-bagi sembako pada acara "Untukmu Indonesia", yang diadakan di Monas, Sabtu (28/4).

Dalam surat kematian kedua korban, rumah sakit belum menyebutkan penyebab kematian kedua korban yang dilarikan dari acara tersebut. Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Syafruddin mengatakan, Polri akan mengusut kasus pembagian sembako gratis pada acara "Untukmu Indonesia" yang menewaskan dua anak kecil itu.

Polri akan melanjutkan proses penyelidikan atas kasus tersebut, apalagi ibu kandung korban tewas Muhammad Rizki (10) sudah melaporkan kasus tersebut di Bareskrim KKP Gambir. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan adalah polisi akan mengecek rekaman kejadian yang terekam dari kamera closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES