Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Wednesday, 13 Rajab 1440 / 20 March 2019

Kemenhub Tanggung Biaya Perawatan Korban Kebakaran

Ahad 08 Jul 2018 15:41 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Agung Sasongko

Mobil damkar terparkir saat melakukan proses penyisiran pasca kebakaran di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Ahad (8/7).

Mobil damkar terparkir saat melakukan proses penyisiran pasca kebakaran di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Ahad (8/7).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Saat ini proses penyisiran dan evakuasi masih terus dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menanggung seluruh biaya perawatan semua korban tewas maupun luka-luka akibat kebakaran yang terjadi di Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Ahad (8/7) dini hari. Saat ini, semua korban tewas telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

"Kita akan tanggung (biaya perawatan korban), tentunya ini kita ikut prihatin. Dan kita segera yang selamat kita selamatkan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub, Djoko Sasono saat meninjau lokasi di Kemenhub, Ahad (8/7).

Pihaknya pun, saat ini masih mengumpulkan data dan fakta dari kepolisian serta pemadam kebakaran terkait titik awal munculnya api. Saat ini proses penyisiran dan evakuasi masih terus dilakukan.

Ia pun tidak mau berspekulasi terkait apakah api berawal dari ruang CCTV yang berada di lantai satu atau tidak. Sebab, saat melihat sendiri ke lolasi, hanya terlihat asap di dalam gedung.

"Saya belum bisa memastikan, nanti kita akan dapatkan dari kawan-kawan damkar maupun dari kepolisian. Mohon sabar, kita tunggu. Karena kan kejadian ini baru saja terjadi, tentunya butuh proses," katanya.

Pada saat melakukan penyisiran di seluruh lantai gedung, memang ditemukan kendala karena akses gedung banyak yang terkunci. Terlebih lagi, kebakaran terjadi saat hari libur. Sementara, ada renovasi interior gedung yang dilakukan di lantai 18.

"Kebetulan ini weekend ya dan tentunya saat mereka masuk hanya orang-orang yang punya peralatan yang bisa masuk. Sedangkan kunci memang diserahkan ke pos untuk masalah keamanan," katanya.

Untuk kegiatan perkantoran, ia juga masih menunggu rekomendasi dari kepolisian dan damkar apakah gedung bisa dipakai esoknya. Sehingga, pihaknya pun akan menyiapkan hal-hal untuk kegiatan perkantoran.

"Kami saat ini sedang menyiapkan hal hal yang tentunya perlu kita lakukan karena ini kan kantor yang kegiatan tidak bisa berhenti," tambahnya.

Sebelumnya, sempat disebutkan bahwa korban tewas sebanyak empat orang. Sementara, 20 orang lainnya berhasil diselamatkan saat proses penyisiran dilakukan. Hingga saat ini, proses penyisiran masih dilakukan, guna mencari apakah masih ada korban yang terperangkap dalam gedung atau tidak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA