Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Cibubur Junction Komitmen Pantau Pembuangan Limbah

Selasa 12 Feb 2019 14:23 WIB

Red: Budi Raharjo

Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. (ilustrasi)

Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. (ilustrasi)

Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Secara berkala, Cibubur Junction memeriksa kadar amdal kepada Dinas Lingkungan Hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lippo Malls selaku pengelola Cibubur Junction memenuhi undangan pertemuan dengan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur dan pihak terkait lainnya pada Senin (11/2) pagi. Pertemuan itu terkait tudingan pihak pengelola Buperta Cibubur mengenai muasal pencemaran di saluran air yang melintas Buperta Cibubur.

Dalam surat yang dikirim ke redaksi Republika.co.id, Corporate PR and Reputation Managemen Lippo Malls Indonesia Nidia N Ichsan mengatakan Lippo Mall Indonesia berkomitmen terhadap kepedulian lingkungan dan kelestarian ekosistemnya. "Oleh karena itu, pengelolaan limbah menjadi perhatian utama kami," ujar dia, Selasa (12/2).

Komitmen itu, ujar Niddia, telah dan secara konsisten akan selalu dilakukan perusahaan. Bentuknya, pertama, Cibubur Junction selalu memantau pembuangan limbah dan memastikan bahwa limbah yang terbuang memenuhi persyaratan hingga ambang batas.

Kedua, Cibubur Junction juga menunjuk konsultan yang bersertifikasi dan berpengalaman untuk membantu penanganan pengolahan limbah. Terakhir, Secara berkala, Cibubur Junction memeriksakan kadar amdal kepada dinas terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pernyataan Nidia ini sekaligus menjelaskan pemberitaan yang ditayangkan di Republika.co.id, Sabtu (9/2), yang berjudul “Sudah 10 tahun tahun Buperta Cibubur tercemar limbah”. Dalam berita itu ditulis, Buperta Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, tercemar limbah diduga dari sebuah mal dan sejumlah usaha di kawasan Cibubur.

Kepala Buperta Cibubur, Supriyadi, mengatakan, pencemaran limbah tersebut sudah berlangsung sekitar 10 tahun sejak mal itu berdiri. "Masuknya limbah ke arena Buperta jadi rasanya sudah berlangsung lama ya berjalan 10 tahun," ujar Supriyadi ditemui Republika di kantornya, Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (8/2).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES