Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Warga Bakal Tolak Kebijakan Jasa Marga di Jatibening

Jumat 27 Jul 2012 10:03 WIB

Rep: Andi Ikhbal/Rizky Jaramaya/ Red: Dewi Mardiani

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Masyarakat akan selalu menolak kebijakan Jasamarga untuk tidak mengfungsikan jalur Jatibening. Ini adalah aksi yang keempat kalinya. Kordinator Aksi, Masran mengatakan, pihak Jasamarga sebenarnya telah mengeluarkan peraturan untuk menutup akses turun-naik penumpang sejak awal Juni lalu. Namun karena dinilai merugikan, warga sekitar memilih untuk protes peraturan tersebut.

"Bahkan sering kali juga kami melakukan perlawanan di lapangan," kata Masran, Jumat (27/7). Masran menilai, warga tidak selalu melakukan tindakan anarkis, perwakilan kami juga sering kali datang secara baik-baik melakukan perundingan. "Tidak ada yang berbahaya di jalur ini, kenapa harus ditutup," ucapnya. Warga mungkin akan melakukan aksi yang lebih anarkis lagi bila Jasamarga tetap menutup jalur tersebut.

Ratusan masa melakukan aksi demo di km 8 Tol Jatibening, Jumat pagi. Hal tersebut menimbulkan kemacetan dan kepadatan kendaraan sampai di km 26. Salah satu petugas TMC Polda Metro Jaya, Aiptu Kasno, mengatakan, kepadatan kendaraan dimulai dari arah cikampek sampai ke bekasi timur, sedangkan dari arah Jakarta kemacetan juga menjalar sampai ke Halim.

Petugas kepolisian melakukan pengalihan arus untuk menghindari adanya kemacetan yang cukup parah. "Dari arah Jakarta kami arahkan sebagian masuk ke Jagorawi, masuk ke Tol JORR yang ke arah puncak, lalu sebagian lagi kami arahkan ke jalan Tol Wiyoto Wiyono yang mengarah ke Tanjung Priok dan bisa tembus ke Cilincing lanjut ke arah Bekasi," ujar Kasno.

Sementara itu, kendaraan dari arah Cikampek disekat di Cikunir Tiga dan masuk ke Tol JORR yang ke arah Semper. Menurut Kasno, ratusan masa tersebut mulai menduduki Tol Jatibening pada pukul 05.50 WIB. Ratusan masa tersebut sempat membakar mobil milik Jasa Marga.

"Belum diketahui masa ini asalnya darimana, sementara diduga mereka protes untuk menolak ditutupnya terminal bayangan yang ada di tol Jatibening," ujar Kasno. Saat ini, petugas kepolisian sudah turun ke lapangan untuk mengamankan pada demonstran tersebut dan sekarang kemacetan sudah terurai

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA