Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

ATCS Rp 15 M, Jadi Pengurai Kemacetan di Kota Tangerang

Rabu 18 Sep 2013 18:08 WIB

Rep: Nurhamidah/ Red: Djibril Muhammad

Petugas kepolisian memantau sejumlah titik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (28/8), melalui monitor yang menerima gambar dari kamera CCTV.

Petugas kepolisian memantau sejumlah titik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (28/8), melalui monitor yang menerima gambar dari kamera CCTV.

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perhubungan Kota Tangerang menyatakan sistem Area Traffic Control System (ATCS) menjadi salah satu perangkat teknologi untuk mengurai kemacetan dengan anggaran Rp 15 miliar.

Saat ini sudah terpasang di 23 titik traffic light persimpangan jalan dari total ideal 42 titik untuk memantau lalu lintas Kota Tangerang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Ivan Yudianto memaparkan ATCS  yang berguna untuk memantau serta mengatur waktu lampu merah (traffic light).

"Saat ini sudah terpasang 23 titik, nanti akan ditambah lima titik tahun ini jadi 28 titik. Setiap tahun terus ditambah sampai ter-cover semua," katanya kepada Republika, Rabu (18/9).

Adapun total ideal harus terpasang sampai 42 titik untuk meng-cover semua kondisi lalu lintas di wilayah Kota Tangerang.

Menurut Ivan, besaran anggaran yang dialokasikan ATCS untuk pemasangan CCTV dan traffic light di 23 titik tersebut adalah Rp 15 miliar.

Sehingga apabila akan bertambah menjadi 42 titik tergantung pada jumlah anggaran yang dialokasikan nanti. Sebab harus melalui persetujuan wali kota maupun dewan.

Adapun lokasi lima titik yang akan dipasang lampu merah tersebut yaitu sekitar Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Jalan HOS Cokroaminoto (Ciledug), dan Jalan Raden Fatah Kecamatan Karang Tengah.

Ivan menjelaskan kemampuan CCTV pada ACTS tersebut sangat canggih selain bisa berputar 360 derajat yang memantau ke semua arah.

Juga kemampuan kamera yaitu camera pantil zoom yang bisa melakukan 40 kali zoom. Selain itu, perangkat tersebut juga menggunakan fiber optic yang membuat kualitas gambar lebih jelas.

Sehingga semua pelat nomor kendaraan bisa terdeteksi serta aktivitas para pengendara. Menurut dia, perangkat tersebut lebih bagus dibandingkan yang dimiliki TMC Polda Metro Jaya.

Sebab untuk TMC Polda Metro Jaya untuk kameranya tidak menggunakan fiber optic sehingga kualitas gambar kurang jelas bahkan tersendat–sendat. Pantauan semua titik traffic light terhubung pada ACTS room pada kantor Dishub yang dikelola delapan orang petugas.

Pada ruangan tersebut terpasang sejumlah monitor layar besar yang mencover dari keseluruhan titik tersebut. "Sejauh ini cukup efektif untuk mengurai kemacetan. Lalu lintas bisa termonitor di beberapa titik wilayah Kota Tangerang," paparnya.

Ivan mencontohkan ada beberapa kejadian lalu lintas seperti tabrakan maupun kendaraan mogok bisa terpantau.

Salah satunya untuk kendaraan mogok langsung diberikan bantuan mobil Derek. Begitu pula apabila di persimpangan terjadi antrean penumpukan kendaraan maka akan diatur waktu traffic light-nya.

Apakah diperlukan tambahan penambahan waktu untuk lampu berwarna hijaunya begitu pula lampu lainnya.

Dia menambahkan masyarakat juga bisa memantau langsung secara streaming kondisi lalu lintas kota Tangerang melalui situs http://cctvdishub.tangerangkota.go.id/live/.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA