Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Waspadai Modus Curang Penjualan Tabung Gas

Rabu 08 Jun 2016 14:53 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Dwi Murdaningsih

elpiji.

elpiji.

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap modus curang penjualan tabung gas di tiga tempat berbeda, yaitu di daerah Kota Bekasi, Jakarta Timur, dan Kota Tangerang Selatan, Selasa (31/5).

"Alhamdulillah kami bisa mengungkap perbuatan curang dengan modus memindahkan dari tabung tiga kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non subsidi yang tidak sesuai dengan berat bersih," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono kepada wartawan, Rabu (8/6).

Awi mengatakan, dalam kasus ini para penyidik menangkap empat orang tersangka yang berinisial H, BS, dan JJH selaku pemiliki usaha, dan juga S selaku karyawan yang bertugas memindahkan isi tabung tersebut. "Ini kenanya tindak pidana perlindungan konsumen," ujar dia.

Awi menjelaskan, cara tersangka memindahkan isi tabung tersebut yaitu dengan meletakkan tabung kosong LPJ ukuran 12 kilogram di lantai, sedangkan tabung LPJ ukuran 3 kilogram diletakkan di atas tabung kosong tersebut. Setelah itu, baru dipasangkan selang regulator yang saling berhubungan.

"Diletakkan juga es batu untuk menurunkan tekanan tabung agar mempercepat proses pemindahan isi LPG," jelas dia.

Menurut Awi, hanya kurang 15 menit isi LPG ukuran 3 kilogram sudah dapat dipindahkan ke tabung kosong LPG ukuran 12 kilogram tersebut. "Dibutuhkan empat tabung isi LPG ukuran 3 kilogram untuk mengisi tabung 12 kilogram itu," ujar dia.

Awi kemudian memperkirakan nilai materilnya. Menurut dia, jika harga Rp 18 ribu per tabung 3 kilogram dikali empat tabung LPG maka harga totalnya Rp 72 ribu. Sementara, tersangka menjual tabung 12 kilogram tersebut dengan harga Rp 112 ribu. "Jadi keuntungannya Rp 40 ribu rupiah, Ini sudah berlangsung satu tahun rata-rata," jelas Awi.

Sementara, keuntungan yang diperoleh salah satu tersangka berinisial BS, hasil penjual gas LPG 12 kilogram non subsidi selama 24 hari kerja, kurang lebih Rp 76.800.000.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA