Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Pasukan Oranye di Jakarta Jadi Buruan Para Pencari Kerja, Ini Alasannya

Kamis 26 Jan 2017 03:45 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Bilal Ramadhan

Kami, Pasukan Oranye (FOto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara)

Kami, Pasukan Oranye (FOto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara)

Foto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan banyaknya peminat untuk menjadi pasukan oranye Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikarenakan insentif yang ditawarkan. Upah yang diberikan kepada pasukan oranye adalah sesuai dengan upah minimum provinsi DKI Jakarta yaitu Rp 3,3 juta.

"Ini gede (gajinya) jadi orang pasti tertarik. Bukan karena oranyenya, kalau di pakaian ungu pun juga tertarik, hitam juga tertarik karena insentif yang ditawarkan adalah UMP Jakarta," ujar Sumarsono di Balai Kota, Rabu (25/1).

Namun jumlah anggaran, Sumarsono mengatakan, tidak bisa menutup atau mengcover semua peminat pasukan oranye. "Pertanyaannya menjadi bagaimana seleksi dilakukan secara adil, transparan, dan profesional. Itu sebenarnya isunya kepada bagaimana merekrut saja sebenarnya," katanya.

Sementara itu, pengawasan rekrutmen akan diperketat untuk mengantisipasi agar tidak terjadi pungutan liar (pungli). "Kalau pungli, pengawasan diperketat lalu kemudian low inforcement diperkuat. Low inforcement itu tindakan, harus diperkuat secara konsisten," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA