Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kabupaten Bogor Hasilkan 450 Ton Timbunan Sampah per Hari

Ahad 19 Feb 2017 23:11 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Andi Nur Aminah

Produksi sampah masyarakat yang terus meningkat (ilustrasi)

Produksi sampah masyarakat yang terus meningkat (ilustrasi)

Foto: MgROL_45

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan penduduk Kabupaten Bogor yang berjumlah 5,5 juta menghasilkan timbunan sampah kurang lebih 450 ton per harinya. Sedangkan kemampuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor mengelola sampah baru mencakup 112 ton per hari.

"Jadi baru sekitar 25 persen, tentunya menjadi permasalahan yang harus diupayakan penangannya dengan baik," kata Nurhayanti dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2017 sekaligus peresmian Bank Sampah dan Balai warga RW 13 di Perumahan Bukit Asri, Desa Pagelaran Kecamatan Ciomas, akhir pekan ini.

Yanti mengimbau masyarakat untuk cerdas mengelola sampah dengan mengurangi, memilah dan memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan di tingkat rumah tangga. Sehingga dapat mengurangi tingkat pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan serta meminimalisasi jumlah sampah yang perlu dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah.

"Secara umum komposisi jenis sampah rumah tangga 60 hingga 70 persen didominasi sampah organik, 30 hingga 40 persen sampah anorganik dan sekitar 20 hingga 30 persen dari sampah anorganik bisa dimanfaatkan kembali, sisanya 10 hingga 20 persen residu yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apreasi terhadap peresmian bank sampah mengingat pada masa sekarang, sampah sudah menjadi ancaman yang sangat serius. Dia mengatakan, apabila tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang masyarakat Kabupaten Bogor akan hidup bersama tumpukan sampah di lingkungannya.

Dengan adanya bank sampah, masyarakat, menurutnya tidak hanya memiliki peluang untuk membangun kawasan permukiman yang bersih, nyaman dan berdisplin dalam memilah dan mengelola sampah. Akan tetapi juga berpotensi untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah.

"Pentingnya bank sampah dan pengelolaan sampah yang sesuai dengan prinsip 3R (Reuse, Reduce dan Recycle), yakni menggunakan kembali sampah untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah dan mendaur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat," tambahnya.

Nurhayanti juga berharap pionir-pionir pembaharu dan penggerak lingkungan yang mau bekerja keras mengedukasi dan meyakinkan masyarakat, bahwa bank sampah adalah solusi yang efektif. Warga harus memandang sampah dengan cara berbeda serta membangun lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan bersahabat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA