Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Djarot: Saham di Delta Djakarta Dijual, Bir Tetap Diproduksi

Kamis 04 May 2017 14:49 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nur Aini

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) tidak akan merugi apabila saham mereka perusahaan produsen bir di PT Delta Djakarta dijual. Penurunan pemasukan bagi Pemprov DKI Jakarta dinilainya tidak terlalu signifikan. Namun, dia menilai penjualan saham tersebut tidak akan berpengaruh terhadap produksi bir.

"Oh kecil, tidak begitu berkontribusi sangat signifikan ya. Tapi itu lumayan, dibandingkan dengan BUMD yang lain. PT Delta termasuk yang paling baik, daripada misalnya ada yang harus dijual terlebih dahulu. Itu, misalnya ada di Ratax, ada di Jemanitoka. Kalau Delta termasuk perusahaan yang baik dan untuk pendapatan BUMD itu cukup signifikan," ujar Djarot di Balai Kota, Kamis (4/5)  

Selain itu, Djarot mengatakan saham Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta lebih baik tidak perlu dijual. Sebab menguntungkan untuk Pemprov DKI Jakarta.

"Terlepas dari itu memproduksi bir. Tapi bagaimana pun juga meskipun dijual kan bir tetap berproduksi. Sebetulnya yang harus kita awasi itu bukan minuman keras itu haram ya, padahal yang kita awasi justru minuman keras yang tidak ada izin," katanya.

Minuman keras yang tak ada izin atau sering disebut oplosan, Djarot mengutarakan, ini sering membahayakan nyawa manusia. "Yang liar-liar itu, yang betul-betul yang membahayakan, bukan hanya haram, tetapi membahayakan. Itu yang harus dioperasi terus-menerus," ujarnya.

Sebelumnya, calon wakil gubernur DKI terpilih, Sandiaga Uno berencana untuk menjual saham milik Pemprov DKI di PT Delta Djakarta. Kepemilikan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta Tbk mencapai 23,34 persen. Sementara sisanya dimiliki oleh BP IPM Jaya sebesar 2,91 persen, perusahaan Malaysia San Miguel Malaysia (L) Pte sebesar 58,33 persen, dan publik sebesar 18,33 persen.

PT Delta Djakarta diketahui merupakan produsen sekaligus distributor sejumlah merek bir dunia seperti Anker, Calrsberg, dan San Miguel. Selain bir, Delta juga memproduksi minuman ringan bermerek Sodaku dan Soda Ice. Perusahaan ini pertama kali menjual saham ke publik pada 1984.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA