Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Senin, 15 Ramadhan 1440 / 20 Mei 2019

Kantor Kelurahan di Jakarta Mulai Sediakan Zona Ojol

Selasa 31 Jul 2018 20:18 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Esthi Maharani

Lurah Cipete Selatan, Euis Sa'adah, menyuruh pengemudi ojek daring untuk menunggu di zona khusus, area kantor Lurah Cipete Selatan, Jakarta Selatan (31/7)

Lurah Cipete Selatan, Euis Sa'adah, menyuruh pengemudi ojek daring untuk menunggu di zona khusus, area kantor Lurah Cipete Selatan, Jakarta Selatan (31/7)

Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Zona tersebut memiliki ukuran 2x4 meter dan dapat menampung empat motor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau gedung pemerintahan untuk membuat zona pemberhentian ojek daring, tidak terkecuali di kantor lurah. Salah satunya di kantor lurah Cipete Selatan, Jakarta Selatan, zona pemberhentian khusus ojek daring sudah dibuat sejak Jumat (27/7).

"Setelah dapat instruksi dari gubernur langsung dibuat zonanya," kata lurah Cipete Selatan, Euis Sa'adah kepada Republika (31/7).

Zona tersebut memiliki ukuran 2x4 meter dan dapat menampung empat motor. Pihak kelurahan mengecat zona tersebut dengan warna hijau dilengkapi tulisan 'Transit Ojek Online'. Setelah beberapa hari dibuat, menurut Euis, sudah banyak pengemudi ojek daring yang memberhentikan motornya di zona itu.

"Dari Sabtu walaupun libur, sudah banyak yang pakai," ungkap dia.

Selain digunakan untuk menjemput pegawai kantor lurah, Euis juga mempersilakan bagi pengemudi ojek daring yang menjemput warga lain. "Siapa saja (pengemudi ojek daring) bisa pakai, karena ojek ini sudah bagian dari kebutuhan," kata Euis.

Namun, sejumlah pengemudi ojek daring baru mengetahui adanya tempat khusus ojek di kantor pemerintahan. Rendi, salah satu pengemudi ojek daring, mengaku baru mengetahui pihak kelurahan Cipete Selatan membuat zona khusus.

"Oh ada ya tempat(berhenti)-nya?" ujar dia ketika menunggu penumpang di depan Kantor Lurah Cipete Selatan.

Rohyadi, pengemudi ojek daring lain juga belum melihat adanya zona khusus ojek daring ini. Ia beralasan, masih kurangnya sosialisasi dari berbagai pihak terkait zona ini.

"Kalau dikasih informasi untuk ketertiban, pasti saya dukung," ucap dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA