Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Pramuka Depok Lantik 93 Penggalang Garuda

Jumat 21 Sep 2018 19:03 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah / Red: Maman Sudiaman

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Depok melantik anggota garuda penggalang pramuka di Aula Teratai Gedung Balaikota Depok.  93 Penggalang Garuda tersebut dilantik oleh Ketua Kwarcab gerakan Pramuka Depok, Nina Suzana.

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Depok melantik anggota garuda penggalang pramuka di Aula Teratai Gedung Balaikota Depok. 93 Penggalang Garuda tersebut dilantik oleh Ketua Kwarcab gerakan Pramuka Depok, Nina Suzana.

Foto: dok. Humas SIT Nurul Fikri
Pelantikan Pramuka Garuda ini menjadi momen bersejarah bagi pihak sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Depok melantik 93 anggota Penggalang Garuda Pramuka di Aula Teratai Gedung Balai Kota Depok, Rabu (19/9) lalu. Penggalang Garuda tersebut dilantik Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Depok, Nina Suzana. Sebanyak 25 Penggalang Garuda dari SMPIT Nurul Fikri, Depok.

Menurut Pembina Penggalang SMPIT Nurul Fikri, Sultoni, telah memiliki 25 Pramuka Garuda yang berasal dari  tujuh Pramuka Garuda Siaga dan 18 Pramuka Garuda Penggalang. "Secara kuantitas SMPIT Nurul Fikri menjadi gugus depan yang berhasil meloloskan jumlah Pramuka Garuda terbanyak di Kota Depok tahun 2018, yang kedua adalah dari SMPN 3 Depok berjumlah 21 siswa, dan ketiga SMPI Dian Didaktika berjumlah 14 siswa," ujar Sultoni dalam keterangan pers yang disampaikan ke Republika, Jumat (21/9).

Menurut Sultoni, bagi SMPIT Nurul Fikri, ini adalah angkatan pertama sehingga pelantikan Pramuka Garuda ini menjadi momen bersejarah bagi sekolah. Pramuka Garuda adalah teladan, mereka harus menjadi teladan sesama pramuka lain. "Di sekolah menjadi teladan bagi siswa lainnya, di rumah menjadi teladan bagi teman-teman di lingkungannya dan sebagai warga menjadi teladan bagi masyarakat, oleh karenanya seorang pramuka garuda harus berperan aktif di sekolah dan di lingkungan rumahnya," tuturnya.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Depok, Nina Suzana mengatakan bahwa menjadi Garuda Pramuka bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk didapat. Proses penilaian yang dilakukan minimal 10 tanda kecakapan khusus dan penilaian lainnya. "Adik-adik sudah diambil janjinya, sudah berjanji pada Tuhan, negara, dan orang tua. Itu artinya ini bukan hanya sekedar ucapan oleh adik-adik, bukan hanya sekedar didengar oleh adik-adik, tapi harus dilaksanakan," tegas Nina.

Sesuai dengan misi Pramuka Kota Depok yang kreatif, mandiri, dan karakter Nina berharap Garuda Pramuka penggalang mempunyai kreativitas, karakter diri, karakter sosial, karakter bergaul. "Semoga kalian bisa menjadi anak-anak garuda, garuda Indonesia, karena adik-adik ini penerus bangsa, menjadi kader-kader bangsa yang tangguh," harapnya.

Nina juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah mengikuti dan membimbing anak-anak ini untuk menjadi seorang pramuka penggalang. "Sedikit sekali sekolah yang mengikuti Garuda Pramuka. Dari ratusan sekolah hanya sembilan sekolah yang ikut, karena sulit. Karena menjadi garuda pramuka bukan hanya menjadi teladan untuk diri sendiri tapi juga untuk lingkungan, keluarga, dan lain-lain. Karena beban yang berat, mereka harus memberikan contoh kepada teman-teman semua, terutama disiplin pakaian," tutur Nina.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Wakabina Muda) Gerakan Pramuka Kota Depok, Jozef Titawanno mengatakan, Penggalang Garuda adalah tingkatan pramuka tertinggi, diharapkan keteladan mereka ditularkan ke teman-temannya. "Kelebihan menjadi Garuda Pramuka mulai tahun kemarin adalah ada penambahan nilai untuk masuk ke SMA, nilainya agak tinggi, di garuda pramuka bisa 30-50 poin dari nilai ujian murni. Sementara agenda ke depannya di kwartir cabang ini saya akan mengadakan khusus geladi pramuka sendiri agar mutu mereka bertahan bahkan meningkat," terang Jozef.

Adapun ke sembilan sekolah yang mengikuti pelantikan tersebut ialah Mts Al Jihad, MTs Irsyadul Athfal, MTs Negeri Depok, SMPN 3 Depok, SMPN 7 Depok, SMP Segar, SMP Islam Dian Didaktika, SMP Islam Terpadu Al Haraki, dan SMP Islam Terpadu Nurul Fikri.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA