Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Ada Nama Sara di Bursa Wagub DKI, Anies tak Ingin Tanggapi

Selasa 25 Sep 2018 17:10 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Bayu Hermawan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Anies mengaku menerima semua nama yang saat ini berproses di parpol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku menerima semua nama yang saat ini sedang berproses pada partai menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Nama itu termasuk Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara, keponakan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Oh semua nama, semua usulan itu biarkan berproses di partai. Jadi saya dari kemarin tidak ingin mengomentari pribadi, yang namanya dimunculkan," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/9).

Anies mengatakan, nama-nama yang dimunculkan dalam itu biarkan dilakukan proses pengusulan calon Wagub oleh partai-partai poltik. Dia menegaskan tak akan mengomentari mengenai sosok-sosok tertentu yang akan diusung menjadi pendampingnya dalam memimpin DKI Jakarta. 

"Biarkan parpol memproses itu. Jadi saya tidak ada komentar ada si A disebut, si B disebut, si C, si D, itu biarakan bagian dari proses parpol," katanya.

Sementara, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik mengaku belum mengetahui nama Sara muncul dalam bursa Calon Wagub DKI. Dia masih percaya diri ditunjuk oleh DPD Gerindra untuk menjadi calon Wagub mendampingi Anies.

"Iya, saya belum dengar. Kalau orang muncul munculin ya tidak apa-apa  Namanya juga munculin," ujar Taufik di DPRD DKI Jakarta, Selasa.

Ketika ditanya mengenai proses penunjukkan dia, Taufik mengatakan saat ini dia telah bersurat kepada Gubernur DKI Jakarta. Setelah itu, dia akan melakukan konsultasit kepada pihak DPP Partai Gerindra. Dia juga enggan disebut ‘masih’ menjadi orang yang ditunjuk oleh DPD. Namun dia menegaskan, DPD telah memutuskan Taufik untuk menjadi calon Wagub.

"Udah diputusin bukan masih (ditetapkan)," ucapnya.

Dia juga menegaskan, tak ada lagi kemungkinan untuk menambah nama lagi dari Partai Gerindra sebagai calon Wagub. Sebab, dalam peraturan, telah jelas, masing-masing partai mengajukan satu nama untuk menjadi calon untuk dibicarakan bersama.

Dalam hal ini, hanya ada dua partai pengusung, yaitu Gerindra dan PKS. Hal itu berarti, hanya akan ada dua nama calon yang akan didiskusikan untuk mengisi kursi Wagub DKI.

"Karena ini partainya cuma dua, ya udah itu satu. Sudah adu saja di DPRD. Selesai kan? enggak usah ribet. Begitu saja repot,” jelasnya.

Nama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang merupakan keponakan dari Prabowo Subianto, disebut-sebut masuk dalam bursa calon pengganti Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku, partainya tak takut dicap nepotisme dengan mengajukan Sara sebagai Wagub DKI Jakarta.

"Enggak, enggak mungkin karena gara-gara keponakan Prabowo gitu lho. Enggak ada hubungan Mbak Sara ponakan Pak Prabowo. Kita bicara kapasitas Mbak Sara sebagai pribadi," katanya ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (24/9).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA