Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wasekjen: Kursi Wagub DKI Harusnya Jatah Gerindra

Rabu 26 Sep 2018 21:12 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bayu Hermawan

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade bersama Jurnalis Republika, Joko Sadewo di program JokoTalk

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade bersama Jurnalis Republika, Joko Sadewo di program JokoTalk

Foto: Republika TV
Wasekjen Gerindra mengatakan partainya yang seharusnya mendapat jatah Wagub DKI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, kursi wakil gubernur DKI Jakarta secara undang-undang dan kepatutan seharusnya menjadi jatah Gerindra. Sebab Sandiaga Uno saat diusung menjadi calon wakil gubernur DKI di Pilgub DKI 2017 lalu, merupakan kader Gerindra.

"Sandi kan dari Gerindra. Tapi pengusungan Anies-Sandi pada Pilgub DKI 2017 itu kan kami berkoalisi dengan PKS. Tentu nanti Pak Prabowo akan bicarakan itu dengan PKS," ujar dia kepada Republika.co.id, Rabu (26/9).

Karena itu, Andre mengimbau untuk menyudahi polemik kursi wakil gubernur DKI Jakarta. Dia juga meminta semua pihak untuk menunggu keputusan resmi Prabowo selaku ketua umum Partai Gerindra sekaligus dewan pembina partai.

"Tentunya nanti Pak Prabowo akan ada pembicaraan dengan Pak Sohibul Iman. Jadi tunggu saja," katanya.

Andre mengungkapkan, kalaupun kini muncul dua kader Gerindra, Muhammad Taufik dan Rahayu Saraswati dalam bursa cawagub DKI, maka itu hal yang wajar. "Itu dinamika dalam demokrasi. Bang Taufik diusulkan DPD DKI, Mbak Sarah oleh sayap partai. Wajar dalam demokrasi. Tapi itu baru wacana. Kita tunggu keputusan Pak Prabowo," jelasnya.

Hingga kini kursi wagub DKI masih kosong seusai Sandiaga Salahuddin Uno mengundurkan diri dan memutuskan maju sebagai cawapres 2019 mendampingi Prabowo. PKS dan Gerindra, sebagai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga di Pemilihan Gubernur DKI 2017 lalu, mengusulkan kadernya masing-masing untuk menjadi cawagub DKI.

DPP PKS mengusulkan dua nama, mantan wakil wali kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto. Sedangkan DPP Partai Gerindra belum memunculkan nama kader untuk mengisi kekosongan jabatan wagub DKI.

Kemunculan nama Taufik dalam bursa cawagub DKI belakangan ini tidak diusulkan oleh DPP Gerindra. Taufik diusulkan oleh DPD Gerindra DKI yang ketuanya dia sendiri. Selain Taufik, juga muncul satu nama lagi kader Gerindra yang diusulkan menjadi wagub DKI, yakni Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Anggota Komisi VIII DPR yang biasa disapa Sara itu mengatakan, namanya diusulkan oleh dua sayap partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar) dan Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira). Dia juga menegaskan, namanya dalam bursa cawagub DKI tidak diajukan oleh keluarganya.

Diketahui, Sara adalah anak Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. Hashim sendiri adik Prabowo. "Ini bukan diajukan dari saya atau keluarga," kata dia saat dikonfirmasi Republika.co.id, Rabu (26/9).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA