Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Penumpang KRL Saat Reuni 212 Melonjak 500 Persen

Senin 03 Dec 2018 17:37 WIB

Red: Ratna Puspita

Prajurit TNI membantu peserta kegiatan Reuni 212 yang hendak menyeberang ke Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (2/12). Peserta kegiatan Reuni 212 harus melompat ke halte bus Transjakarta untuk bisa cepat sampai ke Stasiun Juanda.

Prajurit TNI membantu peserta kegiatan Reuni 212 yang hendak menyeberang ke Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (2/12). Peserta kegiatan Reuni 212 harus melompat ke halte bus Transjakarta untuk bisa cepat sampai ke Stasiun Juanda.

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Masyarakat memilih moda kereta api untuk menghadiri Reuni 212 karena tidak macet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) saat reuni aksi 212, Ahad (2/12), melonjak 500 persen. Ia menyebutkan jumlah penumpang di Stasiun Gondangdia biasanya hanya 20.409, tetapi kemarin mencapai 109 ribu.

"Kami membantu memperlancar pergerakan penumpang 212 di Stasiun Gondangdia, itu sehari biasanya hanya sekitar 20.409 penumpang, tapi kemarin sampai 109.000 penumpang naik 500 persen," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro usai konferensi pers Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Jakarta, Senin (3/12). 

Dia menyebutkan di Stasiun Juanda pun terjadi kenaikan jumlah penumpang yang signifikan, dari 36.975 penumpang di hari biasa menjadi 69.426 saat Reuni 212. "Rupanya masyarakat lebih memilih moda kereta api karena tidak macet, ini kami juga harus atur arusnya agar tidak menumpuk," katanya. 

Berdasarkan data PT Kereta Api Commuter Line Indonesia (KCI), jumlah pengguna yang naik turun di Stasiun Juanda sampai dengan pukul 10.00 WIB pada Ahad (2/12) tercatat 40.170 penumpang atau meningkat sekitar sembilan kali lipat dari jumlah biasanya, yaitu 4.718 penumpang. Untuk Stasiun Gondangdia tercatat 47.559 penumpang atau meningkat 15 kali lipat dari jumlah biasanya yaitu 3.229 penumpang.

"PT KCI juga menyiapkan rangkaian tambahan yang dapat dioperasikan sewaktu waktu sebagai rangkaian KRL tambahan," kata VP Komunikasi Perusahaan KCI Eva Chairunisa. 

Demi kemudahan dan kenyamanan bersama, PT KCI juga mengajak para pengguna jasa untuk menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dan Tiket Harian Berjaminan Pergi Pulang (THB PP). Dengan menggunakan THB PP, pengguna tidak perlu lagi mengantre untuk isi ulang relasi ketika akan kembali menggunakan KRL untuk perjalanan pulang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA