Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Kenaikan Harga Sewa Rumah Picu Inflasi di DKI Jakarta

Sabtu 02 Feb 2019 00:45 WIB

Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Inflasi

Ilustrasi Inflasi

Foto: Foto : MgRol112
Selama Januari 2019, inflasi di DKI Jakarta sebesar 0,24 persen secara bulanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan harga sewa rumah turut memicu inflasi di DKI Jakarta pada Januari 2019 ini. Selain harga sewa rumah, harga komoditas pangan yang menanjak seperti daging ayam dan beras juga turut andil menyumbang inflasi Januari.

"Penurunan inflasi tertahan oleh kenaikan harga sewa rumah dan upah pembantu rumah tangga. Kenaikan harga sewa rumah mengikuti tingginya permintaan akan temat tinggal di DKI Jakarta," kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Sithowati Sandrarini di Jakarta, Jumat (1/2).

Selama Januari 2019, inflasi di DKI Jakarta sebesar 0,24 persen secara bulanan (mtm), atau 3,08 persen secara tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi Januari dalam tiga tahun terakhir yakni 0,55 persen (mtm).

Selain kenaikan harga sewa rumah, upah pembantu rumah tangga juga naik karena standar upah minimum provinsi (UMP) yang menanjak 8,03 persen menjadi Rp3,94 juta. Kemudian, indeks harga konsumen DKI Jakarta juga terkerek naik karena inflasi kelompok bahan makanan yang sebesar 1,38 persen (mtm). Penyumbang inflasi kelompok bahan makanan adalah kenaikan harga beras dan daging ayam ras.

Kenaikan harga beras disebabkan turunnya pasokan di DKI Jakarta, terutama pada dua minggu terakhir Januari 2019. Hal tersebut disebabkan belum masuknya masa panen beras, yang diperkirakan terjadi pada Februari-Maret 2019.

"Sedangkan kenaikan harga daging ayam ras disebabkan oleh meningkatnya harga jagung yang merupakan bahan pakan utama ternak ayam," ujar Sithowati.

Untuk Februari 2019, BI DKI Jakarta memerkirakan inflasi akan tetap terkendali. Pemerintah DKI Jakarta, sesuai koordinasi dengan BI DKI Jakarta, akan menjaga harga beras agar tidak terlalu bergejolak, terutama melalui operasi pasar.

Perayaan Imlek juga diperkirakan tidak akan mengakibatkan gejolak permintaan masyarakat yang berlebih, sehingga turut mendukung terkendalinya inflasi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA