Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Polisi Tangkap Geng Motor Rawa Lele Bekasi

Kamis 07 Mar 2019 03:05 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Indira Rezkisari

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Geng Rawa Lele menghilangkan nyawa seorang warga Bekasi akibat luka bacok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka sebuah geng motor, yakni F, M, A, dan RF. Tiga orang lainnya dari anggota geng motor itu masih menjadi buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yaitu KR, SR, dan M.

Baca Juga

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, aksi geng motor yang memiliki nama Rawa Lele All Star ini telah menyebabkan hilangnya nyawa seorang warga di Pondok Gede, Jatiasih, Kota Bekasi pada akhir bulan Februari 2019 lalu. Korban yang bernama Irwansyah itu meninggal akibat luka bacok yang dilakukan oleh para pelaku.

Argo menyebut, geng motor ini memilih korbannya secara acak. “Biasa (geng motor itu) nongkrong di satu tempat yang sudah disepakati. Kemudian mereka jalan sambil membawa senjata tajam (sajam), balok kayu, hingga batu. Nanti ketemu orang yang tidak bersalah, mereka langsung melakukan tindakan melukai orang,” ujar Argo dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/3) sore.

Argo menambahkan, anggota geng motor tersebut seluruhnya adalah remaja laki-laki dengan kisaran usia antara 18-21 tahun. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia remaja agar lebih mengawasi ke mana anak itu akan pergi saat keluar rumah. “Tolong diawasi, ke mana, pulang jam berapa, nongkrong di mana, kalau perlu dicek keberadaannya,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyebut, agar para orang tua tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur memiliki surat izin mengemudi (SIM). “Kalau belum cukup umur, belum cukup untuk mempunyai SIM jangan dibelikan motor ya, tetapi kasih pengertian untuk tidak meminta motor,” paparnya.

Tidak hanya itu, Argo juga menuturkan, upaya untuk mengurangi kejahatan jalanan seperti ini, dari pihak kepolisian sudah melakukan patroli pada malam hari di daerah yang dianggap rawan terjadi kejahatan. Ia pun mengimbau agar seluruh pranata sosial, seperti ketua RT, warga setempat, dan sebagainya, turut membantu mengurangi kejahatan jalanan.

Argo juga berharap agar anggota geng motor dapat melakukan hal yang lebih positif dan tidak merugikan orang lain.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA