Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Balita Korban Penculikan di Bekasi Masih Trauma

Senin 15 Apr 2019 18:04 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Indira Rezkisari

Anisa Suci Ardiwibowo (3 tahun) sedang digendong neneknya, Sri Wahyuni (38) sesaat setelah ditemukan di Stasiun Pasar Senen, Ahad (14/4). Anisa merupakan korban penculikan ketika sedang bermain seorang diri di Masjid Al-Amin, Bintara Jaya III, Kota Bekasi, Selasa (9/4).

Anisa Suci Ardiwibowo (3 tahun) sedang digendong neneknya, Sri Wahyuni (38) sesaat setelah ditemukan di Stasiun Pasar Senen, Ahad (14/4). Anisa merupakan korban penculikan ketika sedang bermain seorang diri di Masjid Al-Amin, Bintara Jaya III, Kota Bekasi, Selasa (9/4).

Foto: dok. Keluarga Korban
Anisa korban penculikan Bekasi ditemukan di Stasiun Pasar Senen kemarin sore.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Balita usia tiga tahun, Anisa Suci Ardiwibowo, yang diculik di Bekasi telah berhasil ditemukan di Stasiun Pasar Senen, Ahad (14/4). Anisa kini sudah kembali ke pangkuan orang tuanya meski masih mengalami trauma.

Ibu kandung korban, Aprilina Lestari (18 tahun), mengatakan kondisi putrinya saat ditemukan masih dalam keadaan sehat. Namun Anisa masih tampak trauma dengan menunjukkan gelagat ketakutan.

"Alhamdulillah sehat, cuma ya gitu bocahnya masih agak ketakutan gitu," kata Aprilina saat dikonfirmasi, Senin (15/4).

Saat ditemukan oleh aparat kepolisan dari Polda Metro Jaya, sambung Aprilina, anaknya sempat menangis. "Cuma pas lihat saya dia langsung panggil 'mamah' karena langsung tau sama saya," tutur Aprilina.

Aprilina Lestari mengaku, ia sangat bersyukur dan begitu senang dengan ditemukannya kembali anak semata wayangnya itu. "Alhamdulillah senang bisa kumpul lagi, itu doang yang penting mah anak saya udah pulang sudah gitu saja," ungkap Aprilina.

Ia pun mengaku, penemuan Anisa merupakan buah dari berbagai upaya yang ia lakukan. Sejak hilangnya Anisa pada Selasa (9/4) lalu, Aprilina langsung melaporkan kejadian itu ke Polisi Resor Metro Bekasi Kota.

Dia juga mengabarkan kepada semua rekan-rekannya tentang penculikan itu. Selain itu, Aprilina juga menyebarkan pamflet yang memperlihatkan wajah Anisa di beberapa tempat dan juga ke semua grup media sosial yang ia miliki.

Infomasi penemuan tersebut bermula ketika seorang rekan Aprilina Lestari memberitahukan melalui media sosial Facebook bahwa telah melihat anaknya di Stasiun Pasar Senen. "Awal dari teman (informasinya), langsung saya kasih ke orang Polda, itu sekitar sore, nggak lama langsung ditemukan, saya langsung berangkat ke sana (Stasiun Pasar Senen)," kata Aprilina.

Polisi pada saat itu langsung membawa pelaku ke Mapolda Metro Jaya bersama keluarga dan Anisa untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hingga saat ini Aprilina dan anaknya masih berada di Mapolda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, pelaku penculikan Anisa yang diketahui seorang perempuan paruh baya, kata Aprilina, tampak bicara melantur ketika ditanyai oleh petugas kepolisian. "Pikun sih nggak, diajak ngomong nyambung cuma dia ngomongnya plintat-plintut," kata Aprilina.

Aprilina mengatakan, pelaku juga tidak tampak menyesali perbuatannya, bahkan dia mengaku kalau selama ini yang dia bawa adalah cucunya sendiri. "Cuma ya ngomongnya gitu ngalor-ngidul lah kaya orang ngelantur gitu. Dia nggak ngaku, nggak nyesel lagi, dia bilang cucunya gitu," ucap Aprilina.

Anisa Suci Ardiwibowo balita berusia tiga tahun diculik saat bermain seorang diri di Masjid Al-Amin Bintara Jaya III Bekasi. Kejadian terjadi pada Selasa (9/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Anisa yang tinggal bersama neneknya, Sri Wahyuni (34), memang terbiasa bermain di masjid yang hanya berjarak 50 meter dari rumahnya itu. Sri pun tak terlalu khawatir ketika Anisa pergi bermain di beranda masjid itu sendirian.

Namun ketika Sri hendak mengajak Anisa pulang, bocah itu sudah tak ada di sana lagi. Ia pun sempat mencari Anisa di daerah sekitar hingga ke Stasiun Cakung. Hasilnya nihil.

Kejadian itu ternyata terekam kamera CCTV Masjid Al-Amin yang mengarah ke beranda masjid. Tampak pelaku seorang perempuan paruh paya yang mengenakan baju berwarna biru, jilbab merah dan satu tas selempang. Tampak juga pelaku sempat mengajak Anisa berinteraksi selama 15 menit dan memberikan sejumlah makanan sebelu membawa kabur Anisa dengan cara digendong.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA