Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Anies akan Tata Ulang Permukiman Warga yang Terbakar

Senin 13 May 2019 07:37 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bilal Ramadhan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi lokasi kebakaran yang hanguskan ratusan rumah di Kampung Bandan RW 05, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Ahad (12/5).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi lokasi kebakaran yang hanguskan ratusan rumah di Kampung Bandan RW 05, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Ahad (12/5).

Foto: Republika/Haura Hafizhah
Posko utama 24 jam telah didirikan di lokasi kebakaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi lokasi kebakaran yang hanguskan ratusan rumah di Kampung Bandan RW 05, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Ahad (12/5). Dalam kunjungannya ia langsung bertatap muka dengan para korban kebakaran di tenda pengungsi.

“Di tempat ini ada lebih dari total 3.500 warga. Sebenarnya, warga di sini ada sekitar 2.000. Lalu, 1.500 warga adalah mereka yang kos di tempat ini. Pemerintah sudah menyiapkan tenda-tenda pengungsian, ada empat posko pengungsian,” kata Anies kepada Republika di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Ahad (12/5).

Anies melanjutkan, saat kejadian, tim kesehatan langsung hadir. Sebab, para korban kebakaran banyak yang mengalami gangguan pernapasan dan terkena benda tajam, seperti paku, sehingga mereka terluka.

Pihaknya akan dilakukan proses pendataan setelah adanya kejadian ini. Lantaran, belum semua warga melapor diri kehilangan rumahnya. Mereka masih sibuk mencari barang-barang yang berguna di rumah mereka masing-masing.

Anies menambahkan, untuk anak-anak yang sekolah, sudah langsung disiapkan seragam serta buku-buku sehingga tidak terganggu sekolahnya. Ada lima anak Sekolah Dasar (SD), 27 anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan tiga anak Sekolah Menengah Atas (SMA). Mereka semua dijamin untuk langsung meneruskan sekolah tanpa ada gangguan.

“Untuk orang tua, juga banyak kebutuhan di sini. Kami siapkan tim dari dinas sosial, mereka sudah membantu mulai dari tadi malam. Jadi, penanganan emergency sudah dilakukan. Sekarang kami memastikan api sepenuhnya padam. Kemudian, warga tinggal di shelter tanpa ada gangguan dari hujan dan panas. Sambil nanti kami bersihkan tempat ini dan ditata ulang tentunya,” ujar dia.

Sementara itu, lahan kebakaran Kampung Bandan ini akan didiskusikan pada Senin (13/5) atau Selasa (14/5) dengan PT KAI yang secara resmi memiliki banyak lahan di tempat ini. Sehingga, ke depannya bisa menentukan langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya.

Anies mengaku untuk kerugian belum ada estimasi khusus. Namun, bagi masyarakat di sini adanya kejadian kebakaran yang menghanguskan rumahnya pasti mengalami kerugian yang luar biasa. Sebab, tempat tinggal mereka semuanya habis tidak tersisa. Mereka hanya menyelamatkan nyawa masing-masing tanpa membawa apa-apa.

Kemudian, untuk sementara, para korban kebakaran mengungsi dengan tenda yang sudah disediakan sambil menunggu hasil diskusi dengan PT KAI tentang rencana wilayah lahan Kampung Bandan ini. Sekaligus rencana untuk masyarakat yang menjadi korban kebakaran.

“Untuk sertifikat tanah, semua surat-surat yang dipegang oleh warga itu ada dokumen aslinya juga di pemerintah. Baik sertifikat tanah, KTP, kemudian KK. Jadi, jangan khawatir. Selama datang dengan bukti-bukti yang lengkap, insya Allah nanti akan bisa diberikan penggantinya. Termasuk juga KTP, KK, Buku Nikah, banyak yang terbakar semua, dan kami sudah siapkan,” ujar dia.

Anies berharap, para korban kebakaran langsung melapor semua dokumen yang hilang. Supaya pemerintah bisa cepat menyiapkan dokumen-dokumen penggantinya. Sebab, dokumen-dokumen itu penting sekali untuk menunjukkan identitas setiap warga.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Utara mendirikan dua posko kesehatan bagi korban terdampak kebakaran di Kampung Bandan, RW 05, Kelurahan Ancol, Pademangan. Posko utama melayani kesehatan masyarakat selama 24 jam.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati, mengatakan, kedua posko didirikan pascakebakaran mereda, Sabtu (11/5) malam. Posko utama beroperasi 24 jam, sedangkan posko cadangan hanya dari pukul 07.00 WIB sampai 14.00 WIB.

"Kami ada dua posko. Posko utama beroperasi selama 24 jam dan posko cadangan hanya sebatas jam kerja. Kedua posko diisi sekitar 25 petugas medis. Tim medis terdiri dari dokter umum, perawat, dan farmasi," katanya saat ditemui di RW 05 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Ahad (12/5).

Yudi melanjutkan, pelayanan kesehatannya berupa pengobatan umum, seperti melayani suntik antitetanus jika terdapat korban mengalami luka akibat terkena pecahan puing. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan merujuk warga jika kedapatan berpenyakit berat yang tidak bisa ditangani tim di kedua posko. Lokasi rujukan berada di Puskesmas Kecamatan Pademangan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja.

"Ada satu warga yang kami rujuk ke Puskesmas Pademangan dan satu petugas Damkar ke RSUD Koja. Untuk hari ini, masih berupa pelayanan di posko saja di sini," kata dia menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA