Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

FPI Bantah Menjadi Pemicu Kericuhan di Petamburan

Rabu 22 May 2019 10:19 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah

Pada pukul 00.30 WIB, kepolisian mulai memukul mundur peserta aksi yang masih berada di sekitar kantor Bawaslu. Massa aksi dipukul mundur ke arah Pasar Tanah Abang, Rabu (22/5).

Pada pukul 00.30 WIB, kepolisian mulai memukul mundur peserta aksi yang masih berada di sekitar kantor Bawaslu. Massa aksi dipukul mundur ke arah Pasar Tanah Abang, Rabu (22/5).

Foto: Republika/Riza Wahyu Pratama
Habib Muhsin menyebut massa yang memicu kericuhan bukan dari Tanah Abang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Front Pembela Islam (FPI) menegaskan massa awal pembuat onar di Petamburan, Tanah Abang bukan merupakan massa FPI yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat yang sebelumnya ikut berunjuk rasa di depan Badan pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua Dewan Syura FPI, Habib Muhsin Ahmad Alatas mengatakan sebenarnya aktivitas di depan Bawaslu pada malam sudah selesai. Setelah itu tidak ada pergerakan apa-apa di kawasan Petamburan, tetapi tiba-tiba aktivitas yang seperti diarahkan ke wilayah itu.

"Jadi ini sepertinya ada gerakan yang berupaya ditunggangi untuk merugikan FPI, sekarang mereka dompleng melalui polisi untuk memperkeruh suasana. Jadi tidak ada sebenarnya gerakan di Petamburan, orang sudah mau istirahat, dan sebagian bersiap untuk sahur, ada yang ibadah," kata Habib Muhsin Alatas kepada wartawan, Rabu (23/5).

Baca Juga

photo
Polisi mengamankan pendemo yang rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019).


Terbukti, kata dia, dengan tembakan gas air mata yang hingga masuk ke masjid. Padahal, lanjut dia, yang namanya gas air mata itu protapnya untuk membubarkan kerumunan. Sementara itu kerumunannya sudah keburu bubar sejak dini hari. "Jadi sebenarnya apa yang mau dicari?," tegasnya.

Habib Muhsin Alatas menegaskan massa yang menyebabkan kericuhan dan kerusuhan di Tanah Abang itu, bukan massa FPI dan juga bukan tanah Tanah Abang. Namun, ketika akhirnya pasukan Brimob terus menerus menyerang dengan gas air mata, tentu massa dari FPI dan warga juga pasti akan ikut membalas.

Menurut dia, yang membuat pihaknya semakin jengkel ketika ambulans akan mengantar korban pun dihalang-halangi. "Ini kenyataan ini, sekarang sudah ada yang meninggal tiga orang jadi korban. Ini apa Ini," terangnya.

Kerusuhan pecah pada Rabu (23/5) dini hari setelah massa yang sempat menggelar aksi di depan Bawaslu pada Selasa (22/5) malam bubar secara teratur. Sebagian massa sempat terpecah di dua wilayah, Menteng dan Tanah Abang. Namun jelang Rabu dini hari tiba-tiba terjadi kerusuhan di kawasan Tanah Abang.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA