Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Komnas HAM Kunjungi Korban Aksi 22 Mei

Rabu 22 May 2019 16:18 WIB

Red: Indira Rezkisari

Korban Kerusuhan di Rawat di RSUD Tarakan. Sejumlah petugas rumah sakit mencatat korban kerusuhan yang mendapat perawatan di RSUD Tarakan,Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Korban Kerusuhan di Rawat di RSUD Tarakan. Sejumlah petugas rumah sakit mencatat korban kerusuhan yang mendapat perawatan di RSUD Tarakan,Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Foto: Fakhri Hermansyah
Sebanyak 130 korban luka sempat dirawat pascabentrokan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan di Jakarta. Ia menjenguk korban bentrokan yang terjadi sejak Rabu (22/5) dini hari.

"Yang dirawat di RSUD Tarakan saat ini ada 130-an pasien. Dua orang meninggal dunia," kata Taufan saat ditemui di RSUD Tarakan.

Taufan mengatakan korban bentrokan bukan hanya peserta aksi penyampaian pendapat di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tetapi juga warga sekitar tempat kejadian.

Korban yang dirawat mengalami luka-luka, baik berat maupun luka ringan, dan ada yang harus dioperasi karena mengalami patah tulang.

"Keluarga dua korban meninggal dunia tidak bersedia dilakukan autopsi sehingga belum bisa dipastikan penyebab pasti kematiannya. Pihak RSUD Tarakan sudah menawarkan autopsi di Rumah Sakit Polri, tetapi keluarga korban menolak," kata Taufan.

Sementara itu, berdasarkan data yang dipasang pengelola RSUD Tarakan, ada 140 korban bentrokan yang dirawat di rumah sakit tersebut. Seluruhnya laki-laki dengan usia beragam, yang termuda berusia 15 tahun. Namun berdasarkan informasi di papan pengumuman rumah sakit sebagian besar korban bentrokan yang menjalani perawatan sudah pulang.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA