Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

KLHK Bantah Pencemaran Udara DKI Akibat PLTU Batu Bara

Senin 10 Jun 2019 23:23 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kualitas Udara Jakarta. Warga melintas di dekat papan Indeks Standar Pencemaran Udara (IPSU) di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakata, Kamis (14/3).

Kualitas Udara Jakarta. Warga melintas di dekat papan Indeks Standar Pencemaran Udara (IPSU) di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakata, Kamis (14/3).

Foto: Republika/Prayogi
KLHK menyebut PLTU di sekitar DKI Jakarta telah menggunakan gas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK M.R. Karliansyah meyakini turunnya kualitas udara DKI Jakarta menjelang Lebaran bukan akibat asap buangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Alasannya di Jakarta sudah tidak ada lagi PLTU yang menggunakan batu bara.

"Kalau PLTU tidak, karena yang di Jakarta semua sudah pakai gas. PLTU (batu bara) adanya di Cilegon dan Cirebon, jauh, harus dilihat arah anginnya juga," ujarnya, Senin (10/6).

Baca Juga

Sementara itu Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dasrul Chaniago mengatakan aktivitas masyarakat yang tinggi justru menjadi pemicu kualitas udara DKI Jakarta tidak membaik saat Lebaran.

Ia mengatakan sudah empat tahun terakhir mengamati fenomena ini, sehingga cukup hafal, dibuat per jam, maka grafik konsentrasi partikulat (PM10) dan (PM2.5) akan tinggi terlihat pascashalat Ied.

"Turun setelah siang atau sorenya," tambah dia.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut salah satu penyumbang terbesar polusi udara di Ibu Kota ialah pembangkit listrik tenaga batu bara. Ia mengatakan, Pemprov DKI telah memiliki data sumber-sumber utama polusi udara dan akan mengumumkan temuannya setelah libur Lebaran 2019.

"Nanti gini saya akan presentasikan khusus karena komponen polusi Jakarta bukan hanya kendaraan bermotor tapi yang juga yang besar adalah pusat listrik tenaga batu bara itu," ujar Anies pekan lalu.

Namun, Anies tidak merinci data apa yang sudah dimiliki Pemprov. Ia menekankan, pihaknya telah serius menangani perubahan iklim yang bisa berpotensi mendatangkan bencana.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA