Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

KM Nusa Kenari Tenggelam Diyakini Karena Kelebihan Muatan

Sabtu 15 Jun 2019 18:47 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Kapal tenggelam

Ilustrasi Kapal tenggelam

Foto: EPA/Catrinus Van Der Veen
KM Nusa Kenari 02 yang tenggelam di Perairan Margeta diyakini karena kelebihan muatan

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kapal Motor (KM) Nusa Kenari 02 yang mengalami musibah di perairan laut Tanjung Margeta, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu sekitar pukul 05.00 WITA diduga karena kelebihan muatan. Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Kalabahi pukul 01.30 wita tujuan Desa Mademang Kecamatan Purnama itu, selain membawa puluhan penumpang, juga mengangkut semen dan beras.

Dalam pelayaran tersebut kapal membawa 800 sak beras ukuran 10 kg, semen 100 sak 40 kilo, seng 150 lembar dan BBM 10 jerigen. Kapal tersebut diterjang gelombang dan kemasukan air dari kiri kanan kapal sehingga membuat kapal menjadi tidak stabil.

Baca Juga

Saat itu nahkoda berupaya mengarahkan kapal ke pantai. Namun kapal tenggelam sekitar 200 meter dari bibir pantai di Tanjung Margeta. 

Kepala Basarnas Maumere, I Putu Sudayana, mengatakan sementara ini jumlah penumpang diatas kapal kurang lebih 52 orang, penumpang yang selamat 45 orang, luka ringan empat orang dan dua orang meninggal dunia. Sementara lima orang belum ditemukan yakni dewasa 2 orang terdiri dari dua dewasa dan tiga orang anak.

Sebelumnya tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) berhasil menyelamatkan 45 dari 52 penumpang Kapal Motor (KM) Nusa Kenari 02. KM Nusa Kenari 02 tenggelam di Tanjung Margeta, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/6).

"Jumlah penumpang Kapal Motor Nusa Kenari sebanyak 52 orang, sedangkan yang berhasil diselamatkan dalam peristiwa ini sebanyak 45 orang," kata petugas SAR Alor, Hamka, ketika dari Kupang, Sabtu (15/6).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA