Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Ribuan Bocah SD di Bogor Gagal Masuk SMP Negeri

Jumat 21 Jun 2019 00:42 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Gita Amanda

Sejumlah siswa dan orang tua murid antre untuk mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (Ilustrasi)

Sejumlah siswa dan orang tua murid antre untuk mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (Ilustrasi)

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
PPDB Bogor banyak dikeluhkan para orang tua yang mendaftarkan anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru ( ppdb ) Di Kota Bogor banyak dikeluhkan oleh para orang tua yang tidak bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah lanjutan negeri. Dari data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mencatatkan ada sekitar 17 ribu lulusan Sekolah Dasar, baik itu negeri swasta hingga Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), namun dalam pelaksanaanya, penerimaan siswa ke SMP Negeri tidak lebih dari 6.000 siswa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin, mengatakan kekecewaan para orang tua pasti akan selalu ada. Menurut dia, kekecewaan itu bukan dikarenakan sistem zonasi, melainkan, pemerataan sekolah yang belum menyeluruh.

“Jumlah siswa yang diterima di SMP Negeri itu rata-rata 228 siswa, kalikan saja dengan 20 SMP yang ada di Kota Bogor, jumlahnya tidak sampai 6000,” ujar dia kepada Republika.co.id, Kamis (20/6) lalu.

Fahrudin menambahkan, pihaknya memang mengikuti sistem zonasi, namun dalam pelaksanaanya jarak terdekat sekolah dari suatu kelurahan yang akan mempengaruhi diterimanya murid tersebut. Fahrudin mengatakan, kelurahan Cimahpar saat ini menjadi kelurahan dengan jarak yang paling jauh ke sekolah terdekat, oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai hal tersebut.

 “Kelurahan ada yang menjadi zona 1 dan zona 2, dilihat dari yang terdekat juga,” ujar dia.

Dia mengatakan, pihaknya di tahun ini akan segera melakukan pemerataan sekolah di semua kecamatan agar fasilitas dan ketersediaan sekolah bisa menyeluruh. Fahrudin menegaskan, pihaknya juga akan meningkatkan infrastruktur dan pelayanan pendidikan di setiap sekolah.

“Jumlah SD di kota Bogor memang banyak, saat ini setiap SD per tahun akan mendapatkan dana alokasi untuk revitalisasi sekitar Rp 7 miliar, selain dari pembangunan Sekolah di beberapa wilayah,” kata dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA