Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Sebagian Jalan Medan Merdeka Barat Masih Bisa Diakses

Rabu 26 Jun 2019 08:54 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petugas kepolisian berada di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (24/6).

Petugas kepolisian berada di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (24/6).

Foto: Republika/Prayogi
Blokade di Jl Medan Merdeka Barat dipasang pada jalur menuju Mahkamah Konstitusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian Jalan Medan Merdeka Barat masih bisa diakses kendaraan menyusul aksi massa Tahlil Akbar 266. Blokade hanya dipasang kepolisian pada lajur menuju Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu, lajur menuju Patung Kuda Monas masih bisa dilewati. Meskipun masih bisa dilewati, kondisinya terpantau cukup padat hingga pukul 07.50 WIB.

Antrean kendaraan terlihat dari pertigaan jalan Majapahit sampai ke Bundaran Patung Kuda Monas. Transjakarta juga masih beroperasi seperti hari biasa.

Belum ada pengalihan lalu lintas yang diakibatkan oleh aksi massa Tahlil Akbar 266 yang rencanakan digelar di sekitar Bundaran Patung Kuda Monas dan Mahkamah Konstitusi. Aksi tersebut rencananya akan digelar sejak pukul 08.00 WIB oleh massa dari Gerakan Kedaulatan Rakyat Untuk Keadilan dan Kemanusiaan.

Organisasi yang tergabung dalam gerakan itu antara lain Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama), Front Pembela Islam, dan Alumni 212 menuntut pemerintah merespons kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS dan korban rusuh aksi 21-22 Mei.

Salah seorang peserta aksi yang sudah datang ke Bundaran Patung Kuda Monas, Agung Suharjono (49), mengatakan ia datang karena melihat undangan terbuka di media sosial dan diselenggarakan oleh Alumni 212.

"Kami yakin damai, karena massa merupakan orang-orang alumni dari aksi bela islam, kami tahu aksi jutaan orang saja berlangsung damai waktu 212 dulu," ujarnya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA