Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Neno Warisman Pimpin Doa Sebelum Bubaran Tahlil 266

Rabu 26 Jun 2019 17:27 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Indira Rezkisari

Wartawan berjalan di depan ruang sidang Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Wartawan berjalan di depan ruang sidang Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Rencananya besok sejumlah massa menggelar aksi di depan gedung MK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa aksi yang diinisiasi sejumlah organisasi masyarakat dengan tajuk Tahlil 266 membubarkan diri dari depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu (26/6). Sebelum bubar, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN), Neno Warisman memimpin doa untuk aksi yang akan digelar besok.

Berdasarkan pantauan, Neno memimpin doa dari atas mobil komando yang berada di Jalan Merdeka Barat. Dalam doanya, ia turut menyampaikan terima kasih kepada tim hukum Prabowo-Sandi dalam mengawal sengketa pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Izinkan saya mewakili dari semua ibu yang ada di sini, berterima kasih kepada Pak Bambang Widjajanto dan para kuasa hukum yang telah bekerja tidak ada yang sia-sia," ujar Neno di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Usai doanya, peserta Tahlil 266 dengan tertib membubarkan diri dari depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata. Sebagian besar massa bubar ke arah bundaran Hotel Indonesia.

Adapun massa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Front Pembela Islam (FPI), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 rencananya akan kembali menggelar aksi di sekitar MK, besok (27/6). Rencananya aksi akan digelar mulai pukul 09.00 WIB.

Wakil Ketua Umum PA 212, Asep Syaripudin memprediksi ribuan peserta akan meramaikan aksi yang bakal digelar di sekitar MK. Pihaknya pun telah menyampaikan pemberitahuan ke Polda Metro Jaya terkait aksi besok.

"Kita sudah menyampaikan pemberitahuan ke Polda Metro. Segenap alumni 212 silakan datang ke Jakarta untuk mengawal kedaulatan Negara Republik Indonesia," ujar Asep.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA