Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Pesona Wisata Kota Tua Masih Diminati

Kamis 27 Jun 2019 06:19 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Warga menikmati wisata Kota Tua di Jakarta Barat, Jumat (7/6/2019).

Warga menikmati wisata Kota Tua di Jakarta Barat, Jumat (7/6/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Presiden Argentina sempat mengunjungi Museum Wayang dan Cafe Batavia.

REPUBLIKA.CO.ID, Jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara di kawasan objek wisata Kota Tua, Jakarta Barat, pada Juni tercatat menembus angka satu juta pengunjung. staf pelayanan informasi kawasan wisata Kota Tua, Supriyantoro, mengatakan, dari 1 Juni hingga 25 Juni 2019 jumlah pengunjung baik lokal maupun asing sebanyak 1.123.990 pengunjung.

Supriyantoro merinci jumlah wisatawan lokal yang mengunjungi kawasan Kota Tua selama periode 1 Juni hingga 25 Juni sebanyak 1.114.867 pengunjung. Adapun wisatawan mancanegara yang melancong di kawasan objek wisata berjuluk Oud Batavia (Batavia lama) tersebut berjumlah 9.123 orang.

Supriyantoro mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan yang hadir selama Juni meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada Mei 2019 jumlah pengunjung kawasan Kota Tua berjumlah sekitar 306 ribu pengunjung.

"Karena pas Mei kan puasa, jadi jumlahnya turun. Kalau pada bulan-bulan sebelumnya, seperti April atau Maret jumlah pengunjung berada di kisaran 400 ribu orang,” tutur Supriyantoro, Rabu (26/6).

Menurut Supriyantoro, lonjakan wisatawan yang terjadi pada Juni disebabkan sejumlah faktor, seperti libur Lebaran yang jatuh pada 6-8 Juni. Serta, momen perayaan hari ulang tahun ke-492 Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2019.

Supriantoro memprediksi, lonjakan pengunjung di kawasan wisata Kota Tua akan terus terjadi hingga pertengahan Juli mendatang, bertepatan dengan akhir masa liburan sekolah.

"Kami perkirakan hingga 30 Juni jumlah pengunjung bisa menyentuh angka 1.500.000 pengunjung. Apalagi, liburan sekolah masih terus berlangsung sampai 13 Juli," kata dia.

Sementara itu, sejumlah orang tua memilih mengajak anak-anaknya mengisi masa libur sekolah dengan berwisata di kawasan Kota Tua. "Anak minta diajak jalan-jalan, ya sudah saya bawa ke sini, hitung-hitung isi liburan sekolah," ujar salah seorang pengunjung, Ida.

Ida datang bersama putranya, Hamid, dan dua orang keponakannya, Dafa dan Amira, yang masing-masing masih duduk di bangku sekolah dasar. Mereka tiba di kawasan Kota Tua sekitar pukul 10.00 WIB.

Maksud Ida untuk berangkat lebih pagi agar bisa merasakan suasana Kota Tua yang lengang ternyata tidak sesuai rencana. Objek wisata berjuluk Oud Batavia tersebut ternyata sudah dipadati pengunjung sejak pagi.

"Ini karena ramai, anak-anak main sepeda ontel hias jadi harus pelan-pelan, takut nabrak orang yang lewat," ucap perempuan paruh baya itu.

Ida memilih kawasan Kota Tua sebagai tujuan wisata mengisi libur sekolah sang anak karena dinilai murah meriah. Cukup dengan uang Rp 100 ribu, dia dan keluarganya sudah bisa bermain sepeda ontel hias dan berkunjung ke beberapa museum yang ada lokasi tersebut.

Tarif menaiki sepeda ontel hias dipatok sebesar Rp 20 ribu per 30 menit. Sementara, harga tiket masuk Museum Wayang sebesar Rp 5.000. "Modal Rp 100 ribu, anak sudah senang. Kalau buat makan, tadi kebetulan bawa bekal dari rumah," ujar Ida.

Senada dengan pengunjung lainnya, Fatma. Warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersebut sengaja mengajak sang putri ke kawasan Kota Tua untuk memperkenalkan wisata museum.

"Karena kan di sini ada banyak museum ya, ada Museum Seni Rupa, Museum Wayang, jadi memang ingin memperkenalkan wisata yang bermuatan edukasi kepada anak," kata Fatma.

Ia sendiri tidak mempermasalahkan meningkatnya jumlah pengunjung. Banyaknya masyarakat yang mengunjungi kawasan Kota Tua, termasuk museum-museum, justru menandakan masih banyak orang yang peduli dengan wisata berbau sejarah.

"Daripada menghabiskan waktu main handphone di rumah, lebih baik di sini kan. Menambah ilmu, menambah wawasan. Biaya yang dikeluarkan juga terjangkau," kata Fatma.

Kunjungan Presiden Argentina

Presiden Argentina Mauricio Macri juga tidak mau ketinggalan untuk mengunjungi kawasan wisata Kota Tua, Rabu sore, dalam rangkaian lawatan kenegaraannya di Indonesia. Macri tiba di kawasan Kota Tua Jakarta pada pukul 14.45 WIB dengan menaiki kendaraan VVIP kepresidenan, didampingi oleh Ibu Negara Juliana Awada.

Menggunakan setelan jas hitam dan gaun bermotif berwarna pink tua, Macri dan Juliana langsung memasuki Museum Wayang. Di depan pintu masuk museum, Macri beserta rombongan dari Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Argentina disambut Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Norviadi.

Usai mengunjungi museum, Macri dan rombongan juga menyambangi Cafe Batavia untuk beristirahat sejenak. Pengamanan tampak diperketat di sepanjang rute yang dilalui rombongan Presiden Macri. Pengunjung dan wartawan dilarang untuk mendekat, bahkan ikut memasuki Museum Wayang.

Terlihat pasukan pengamanan presiden, satuan tugas pengamanan kawasan Kota Tua, serta aparat kepolisian dari Polsek Taman Sari dan anggota TNI AD dari Koramil Taman Sari melakukan penjagaan di sudut-sudut kawasan Kota Tua. Cafe Batavia dan Museum Wayang disterilkan sementara selama kunjungan kenegaraan berlangsung.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA