Selasa, 13 Zulqaidah 1440 / 16 Juli 2019

Selasa, 13 Zulqaidah 1440 / 16 Juli 2019

Jalanan di Kawasan Katedral Terpantau Padat

Kamis 27 Jun 2019 12:25 WIB

Red: Indira Rezkisari

Personel Brimob Polri bersiap melakukan pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (27/6/2019)

Personel Brimob Polri bersiap melakukan pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (27/6/2019)

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Penutupan jalanan akibat pembacaan putusan di MK bersifat situasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang dibacakan putusan MK, hari ini (27/6), lalu lintas kendaraan tersendat di kawasan Jalan Katedral menuju Jalan Veteran dan Jalan Pos terpantau padat. Kepadatan akibat adanya pengalihan arus yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat.

Baca Juga

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengatakan, rekayasa dan penutupan arus lalu lintas bersifat situasional.

"Rekayasa dan pengalihan lalu lintas yang kita lakukan saat ini bersifat situasional. Kami akan melihat dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber," kata Nasir.

Berdasarkan pantauan berikut pengalihan arus lalu lintas yang disiapkan polisi.

1. Arus lalu lintas dari Jalan Katedral menuju Jalan Veteran dialihkan ke Jalan Pos.

2. Arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit dialihkan ke Jalan Ir H Juanda.

3. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya menuju Jalan Veteran III diluruskan ke arah Harmoni.

4. Arus lalu lintas dari Jalan Fachrudin menuju Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin.

5. Arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin menuju Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan ke kiri maupun kanan ke Jalan Kebon Sirih.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA