Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Antisipasi Longsor Warga Cisolok Mengungsi

Sabtu 01 Feb 2014 10:32 WIB

Red: Taufik Rachman

Rumah yang tertimbun tanah longsor di desaTenjolaya,Bogor.

Rumah yang tertimbun tanah longsor di desaTenjolaya,Bogor.

Foto: Republika/Reja Irfa Widodo

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR--Ratusan warga Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang bermukim di Desa Caringin mengungsi sementara sebagai antisipasi terjadinya longsor yang bisa menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

"Sudah dua hari ini ada sekitar 260 jiwa yang mengungsi, biasanya mereka mengungsi saat turun hujan dan malam hari. Tapi untuk siang harinya mereka kembali untuk melakukan kegiatan sehari-hari walaupun sebagian masih ada yang memilih tinggal di tenda pengungsian," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan

Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar kepada Antara, Sabtu.

Menurut Irwan, pihaknya juga sampai saat ini masih di lokasi untuk memantau perkembangan pemukiman warga yang berada di lokasi rawan longsor tersebut, bahkan Bupati Sukabumi, Sukmawijaya pun menyempatkan diri menginap di lokasi rawan longsor itu.

Selain itu, saat ini juga petugas dari Badan Geologi Provinsi Jabar tengah melakukan penelitian langsung di lokasi untuk memeriksa apa daerah tersebut masih layak atau tidak untuk dijadikan pemukiman warga, karena lokasi daerah itu bertebing

dan kondisi tanahnya sudah labil.

Lebih lanjut, untuk melayani para pengungsi pihaknya terus menambah tendi pengungsian disesuaikan dengan kebutuhan warga dan juga disediakan alat-alat lainnya agar warga yang mengungsi tetap nyaman dan tidak mudah terserang penyakit.

"Kami masih menunggu hasil penelitian dari pihak Badan Geologi Jabar, jika hasilnya nanti pemukiman warga tersebut tidak aman di tempati maka kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Sukabumi, apakah ke depannya akan direlokasi atau

mencari solusi yang tepat," tambahnya.

Irwan mengatakan dari hasil pendataan yang dilakukan oleh pihaknya ada 79 kepala keluarga yang tinggal di daerah itu, namun hanya ada sembilan kepala keluarga saja yang rumahnya berada di lokasi paling rawan terkena dampak jika

terjadi longsor. "Untuk total warga yang tinggal di daerah itu ada sekitar 303 jiwa yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan mencari mata pencahariannya di dekat rumahnya," kata Irwan.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA