Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Danrem Yogya Kampanyekan Persaudaraan

Kamis 23 Mei 2013 22:34 WIB

Rep: Yulianingsih / Red: Djibril Muhammad

Danrem Jateng

Danrem Jateng

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pascamerebaknya spanduk antipremanisme di Kota Yogyakarta kini  Danrem 072 Pamungkas Yogyakarya Brigjen TNI Adi Widjaja aktif melakukan kampanye persaudaraan.

Kampanye tersebut dilakukannya dengan memasang stiker persudaraan di beberapa titik penting di Yogyakarta. Pemsangan stiker bertuliskan 'Kita Semua Bersudara' tersebut diawali dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Danrem Yogyakarta sendiri yang melakukan pemasangan tersebut, Kamis (23/5).

Sedikitnya akan ada 200 lembar stiker serupa yang dipasang di berbagai sudut Kota Yogyakarta. Menurut Danrem, hal tersebut dilakukan sebagai simbol ajakan persaudaraan terhadap semua elemen masyarakat Yogyakarta tanpa kecuali.

Diakuinya, dewasa ini dengan pesatnya  kemajuan kehidupan sosial, banyak hal yang terlupakan seperti gotong royong dan rasa kekeluargaan.

"Masyarakat terkadang  lupa masih punya hubungan kekeluargaan dan persaudaraan satu sama lainnya. Sehingga dengan penempelan stiker ini diharapkan mereka bisa memiliki semangat itu kembali," ujarnya.

Diakuinya, turunnya rasa persaudaraan dan kekeluargaan di masyarakat, sedikit banyak telah memberikan efek negatif terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Gejala yang paling dikhawatirkan adalah disintegrasi masyarakat akibat berbagai konflik yang memecah belah.

"Kami mengingatkan kembali bahwa kita adalah sesama saudara yang harus saling menjaga toleransi. Dengan semangat bahwa kita adalah satu keluarga dan tidak memandang suku, agama, ras maka bisa mencegah hal tidak diinginkan termasuk disintegrasi bangsa," katanya.

Meski hal itu belum terlihat namun kata dia, rasa persaudaraan di Kota Yogyakarta sendiri mulai menurun. Hal ini terlihat dari munculnya beberapa konflik antar etnis di kota ini. Bahkan, konflik komunal banyak terjadi karena merasa sebagai kaum yang eksklusif.

"Padahal, Yogyakarta merupakan kota yang penduduknya multikultur. Dari sini, kita berupaya menyatukan mereka kembali dari hal yang mendasar yakni rasa menjadi saudara untuk menjangkau persatuan dengan skala yang lebih besar," katanya menambahkan.

Karena itulah dengan langkah kecil tersebut Danrem berharap, rasa persaudaraan di kota Yogyakarta akan subur kembali.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA