Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Angkringan Jadi Usaha Unggulan Sleman

Rabu 18 Dec 2013 14:37 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Fernan Rahadi

Angkringan (ilustrasi)

Angkringan (ilustrasi)

Foto: Erik Purnama Putra/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kecamatan Depok Kabupaten Sleman akan mendorong angkringan menjadi usaha unggulan disamping usaha kos dan perdagangan. Jenis usaha tersebut dinilai sesuai untuk karakteristik wilayah perkotaan setempat.

"Branding kecamatan Depok mengenai usaha kecil itu adalah angkringan disamping kos dan usaha perdagangan," ujar Camat Depok, Krido Suprayitno ditemui Rabu (18/12).

Untuk mendorong usaha angkringan, Kecamatan Depok memberikan pelatihan manajemen pengelolaan angkringan. Sebanyak lima perempuan rumah tangga miskin juga menerima lima angkringan beserta perlengkapannya untuk pengembangan usaha. Kegiatan tersebut menggunakan dana sosial sebesar Rp50 juta dari surplus anggaran Unit Pengelola Kegiatan Depok 2012.

Pengembangan angkringan di Kecamatan Depok juga dilakukan dengan festival. Setiap tahun, Kecamatan Depok menggelar festival angkringan yang diikuti 160 angkringan. Festival angkringan 2014 akan digelar pada Agustus mendatang.

Festival angkringan akan menyajikan usaha kecil tersebut secara berbeda. Kecamatan Depok akan menilai tingkat profesional usaha angkringan dari tampilan dan kesehatan makanan. "Untuk Kecamatan Depok yang kita dorong usaha angkringan karena miliki keanekaragaman usaha kreatif, dari usaha rumah tangga hingga mapan," ungkap Krido.

Selain angkringan, usaha yang didorong tumbuh adalah warung kecil tingkat rumah tangga. Sebanyak 40 kelompok warung kecil telah dibantu dengan dana Rp230 juta. Pengembangan tersebut dilakukan dengan program bedah warung yang meningkatkan managemen pengelolaan, tampilan warung, pengemasan, dan pencitraan.

Pada 2013, Kecamatan Depok membedah tiga warung di Babarsari, Condongcatur, dan Nologaten. Jumlah warung yang dibedah akan ditambah menjadi sembilan warung pada 2014 dari target 40 warung. Pemerintah akan membiayai 25 persen kebutuhan bedah warung dengan dana sosial.

Program bedah warung tersebut dinilai akan memperkuat kapasitas usaha. Menurut Krido, warung kecil perlu didukung untuk mengatasi dampak dari toko jejaring modern. "Semboyan kami adalah untuk menjadi pengusaha di tanahnya sendiri, di tengah liberalisasi gempuran toko jejaring modern," ungkapnya.

Kecamatan Depok, ujar Krido akan mendorong pembentukan lembaga usaha kecil, keberlanjutan usaha, dan manfaat bagi komunitas. Kelompok usaha kecil terutama angkringan akan didesak untuk memenuhi sertifikasi kesehatan karena bergerak di bidang makanan. "Nanti ada pendampingan tersistem dan terstruktur untuk bidang kesehatan berkaitan dengan dinas kesehatan dan karena usaha kecil maka juga akan didampingi dinas perdagangan, dinas pasar, serta dinas koperasi," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA