Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Bayi Badak Betina Lahir di Taman Nasional Way Kambas

Kamis 12 May 2016 19:22 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Badak sumatra lahir di Way Kambas.

Badak sumatra lahir di Way Kambas.

Foto: KLHK

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Seekor bayi Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) betina telah lahir  di Suaka Rhino Sumatra (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, Kamis (12/5). Bayi badak tersebut lahir dari hasil perkawinan Andalas, badak jantan berumur 15 tahun dan Ratu, badak betina berumur 15 tahun penghuni SRS Taman Nasional Way Kambas.

Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (YABI), Widodo S. Ramono mengatakan kelahiran bayi badak ini merupakan kelahiran kedua di Indonesia setelah sebelumnya Andatu, anak badak pertama yang lahir di tahun 2012 dari induk yang sama.

Ratu, induk badak betina menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan dimulai pukul 03.00 WIB. Proses kelahirannya berlangsung selama 2 jam sampai dengan bayi badak lahir dengan selamat. Dua jam setelah lahir, bayi badak tersebut sudah mulai berjalan dan menyusu kepada induknya. Kondisi Ratu usai melahirkan terlihat sangat kelelahan tetapi secara umum terlihat sehat.

Seluruh proses kelahiran bayi badak ini diawasi oleh perawat satwa dan dokter hewan SRS yang terdiri dari Drh. Zulfi Arsan dan Drh. Ni Made Ferawaty, tim dokter dari Kebun Binatang Taronga, Australia dan Kebun Binatang White Oak, Amerika Serikat serta perawat satwa senior dari Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pada kehamilan kali ini pun Ratu mendapatkan tambahan hormon penguat kehamilan yang diberikan melalui makanan setiap harinya. Selain itu, jenis, variasi dan jumlah asupan pakan yang diberikan diperhatikan untuk mencukupi kebutuhan Ratu.

Selama dalam masa kehamilan, pemeriksaan kesehatan kehamilan juga dilakukan secara rutin dengan alat Ultrasound (USG) minimal 4 kali setiap bulannya dan sejak pertengahan bulan April 2016 pemeriksaan dilakukan lebih intensif yaitu 3 hari sekali.

Badak sumatra berada di ambang kepunahan dengan jumlah yang semakin menurun dalam beberapa dekade belakangan. Saat ini tersisa kurang dari 100 ekor di dunia, yang berada di hutan-hutan di Sumatera dan sebagian kecil di Kalimantan.

Sebelum kelahiran anak badak kedua di Indonesia ini, pada tahun 2012 di Suaka Rhino Sumatra telah lahir anak badak sumatera jantan bernama Andatu yang merupakan anak badak pertama lahir di penangkaran habitatnya (Asia). Sebelum Andatu, kelahiran badak sumatra sebelumnya terjadi di Kalkuta 124 tahun sebelum Andatu lahir.

Sementara itu, badak betina lain di Suaka Rhino Sumatera yang bernama Rosa yang sudah dipelihara sejak tahun 2005 telah berhasil melakukan perkawinan dengan Andalas walaupun belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES