Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Perhutani Kaji Energi Biomas dari Sisa Kayu Tebangan

Kamis 22 Sep 2016 21:13 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Budi Raharjo

Ilustrasi kawasan hutan

Ilustrasi kawasan hutan

Foto: dok menlhk.go.id

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perum Perhutani sedang melakukan kajian potensi sumber energi melalui pemanfaatan hutan. Dalam kunjungannya ke Swedia, Perhutani sedang mengembangkan konsep biomass sebagai sumber energi terbarukan.

Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna mengatakan Perhutani sebagai BUMN Kehutanan terbesar di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dengan mulai mengelola tanaman biomass dan memanfaatkan sisa-sisa kayu dari tebangan (residual trees) yang selanjutnya diproses sebagai biomass untuk menghasilkan energi yang terbarukan.

"Produksi biomass tersebut selain digunakan untuk kepentingan sendiri juga untuk mencukupi kebutuhan energi industri-industri lainnya," ujar Denaldy melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/9).

Kunjungan kerja tersebut selain melakukan benchmarking diharapkan nantinya dapat mendorong adanya kerja sama dan sinergitas antar-BUMN, terutama dalam sektor seperti energi, perikanan, dan kehutanan.

Di Swedia, delegasi kementerian termasuk di dalamnya Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna, melakukan pertemuan dengan jajaran CEO Sveaskog guna membicarakan potensi pengelolaan hutan yang mampu menghasilkan energi listrik berbasis biomass. Sveaskog merupakan salah satu BUMN kehutanan di Swedia yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam mengelola sumber daya secara efisien (efficient forestry management).

Selain pertemuan dengan Sveaskog, secara spesifik Direktur Utama Perum Perhutani juga melakukan pertemuan dengan calon-calon mitra potensial Perhutani dalam bentuk business meeting. Pertemuan tersebut dilakukan dengan Sense Group, Bovalls Group, dan Svensk Skogs Certifiering (SSC). Lembaga-lembaga tersebut merupakan calon mitra potensial khususnya untuk pemasaran produk-produk kayu dan non kayu yang sudah bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC).

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA