Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Di Mana Ahok Saat Kerusuhan di Mako Brimob?

Jumat 11 May 2018 16:21 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai menjalani sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/4)

Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai menjalani sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/4)

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Kerusuhan di Mako Brimob dinilai waktu tepat memindahkan Ahok ke Lapas Cipinang.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Arif Satrio Nugroho, Amri Amrullah, Umar Mukhtar, Ali Mansur, Farah Noersativa, Febrian Fachri, Idealisa Masyrafina

JAKARTA -- Rumah Tahanan Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah terjadi bentrokan antarpenghuni rutan dengan petugas pada Selasa (8/5) dini hari. Enam orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, lima polisi dan satu narapidana teroris. Selain penyebab masalah tersebut, yang menjadi sorotan adalah keberadaan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga ditahan di sana.

Rutan Mako Brimob menjadi tahanan kasus terorisme dan tahanan titipan kasus lain, termasuk Ahok. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon salah seorang yang mempertanyakan keberadaan Ahok saat kejadian penyerangan dan penyanderaan oleh napi terorisme. Fadli menyebut masyarakat meminta pihak Polri untuk transparan mengenai penahanan Ahok di Mako Brimob.

"Masyarakat juga bertanya di mana posisi Ahok ketika insiden ini terjadi. Perlu transparansi agar tak ada kecurigaan," kata Fadli melalui cicitan berseri yang ia tulis di akun Twitter-nya, Kamis (10/5) malam.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengingat lagi ketika dulu alasan pemindahan mantan anggota DPR itu dari LP Cipinang ke Lapas cabang Mako Brimob untuk alasan keamanan. Sekarang yang terjadi, menurut Fadli, memperlihatkan kalau Lapas Mako Brimob tidaklah aman.

"Dulu Ahok ditempatkan di Rutan Mako Brimob karena dianggap aman, kini kenyataannya tak demikian," ujar Fadli.

photo
Penjagaan ketat terlihat di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, serta dihiasi sejumlah karangan bunga yang dikirimkan dari pejabat negara, Jumat (11/5).

Fadli menambahkan, perlu adanya evaluasi terhadap sistem pemasyarakatan di Lapas Mako Brimob. Sebaiknya napi yang sudah mendapat keputusan berkekuatan hukum tetap dari pengadilan dimasukkan ke lapas yang telah ditentukan, seperti di LP Cipinang atau LP Salemba. Saat konferensi pers setelah pemadaman pemberontakan napiter di Mako Brimob, awak media juga mempertanyakan keadaan dan kondisi Ahok selama 36 jam aksi pemberontakan di Mako Brimob.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto menuturkan, Ahok dalam kondisi aman. "Masih aman karena kan itu tempatnya terpisah. Jadi, tidak tercampur dengan (tempat) yang (untuk) teroris, di sana kan ada tempat-tempatnya," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (9/5).

Ade juga menegaskan, Rutan Mako Brimob masih dalam kondisi aman sehingga Ahok tidak perlu dipindahkan ke tempat penahanan lain dengan alasan keamanan. Namun, lanjutnya, bukan tidak mungkin terpidana kasus penodaan agama itu dipindah ke tempat lain jika suasana di Rutan Mako Brimob dianggap tidak aman.

"Memungkinkan (untuk dipindahkan) kalau memang di situ Pak Ahok dianggap tidak aman lagi karena ada kerusuhan tadi malam, jadi memungkinkan untuk memindahkannya. Tapi kami tetap akan berkoordinasi," tutur dia.

Untuk saat ini, Ade memastikan pria yang pernah memimpin Kabupaten Belitung Timur itu berada dalam keadaan yang baik-baik saja. Sehingga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan masyarakat.

Dulu Ahok ditempatkan di Rutan Mako Brimob karena dianggap aman, kini kenyataannya tak demikian, ujar Fadli.

Kabar jika narapidana kasus penghinaan agama itu tetap aman dari insiden bentrokan tersebut juga disampaikan adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra, ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp. Fifi yang menjawab melalui akun Instagram-nya, @fifiletytjahjapurnama, mengatakan, soal kerusahan semalam, ia percaya Ahok dalam kondisi aman.

"... Banyak yang tanya soal aman tidak dll karena ada kerusuhan semalam. Makanya saya jawab lagi, udah percaya aman," kata Fifi mengutip ayat dalam Alkitab. "Kalau bapak aman dalam lindungan-Nya," tulis Fifi.

Fifi mengaku sejak semalam hingga Rabu (9/5) pagi telah menerima banyak telepon dan pesan Whatsapp dari rekan wartawan yang menanyakan kondisi Ahok. Ia pun telah menjawab hal itu di dalam akun Instagram pribadinya.

Enggan dimintai komentar lebih panjang, Fifi meminta kepada rekan wartawan melihat pesan yang telah ia unggah di akun Instagram. "Jawaban saya sudah saya post di sini (Instagram)," katanya menegaskan.

photo
Kuasa Hukum terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama, Fifi Lety Indra.

Fifi juga mengungkapkan, keluarganya mendapat laporan dari Lapas Mako Brimob, Ahok dalam kondisi aman selama tempat tersebut sempat dikuasai narapidana teroris dalam 38 jam sejak Selasa (8/5) sampai Kamis (10/5). "Sudah dapat kepastian kondisi BTP baik dan aman. Dan kondisi di Mako Brimob sejak pagi ini baik dan aman," tulis Fifi melalui akun Instagram-nya beberapa jam yang lalu.

Fifi memberikan keterangan melalui akun sosial medianya karena sejak kejadian penyerangan napiter di Mako Brimob ada banyak telepon dan pesan tertulis yang masuk ke ponselnya untuk menanyakan kondisi Ahok. Fifi yang juga pengacara Ahok itu mengatakan tak sedikit juga yang menanyakan dan mendoakan Ahok dari luar negeri.

Namun, Fifi mengakui keluarga belum melakukan kunjungan ke Lapas Mako Brimob untuk melihat langsung kondisi Ahok. Awalnya, jadwal besuk keluarga Ahok ke sana adalah pada Jumat (11/5). Namun, jadwal tersebut, kata Fifi, juga batal.

Fifi pun kemudian turut menyampaikan dukungan dan doa untuk anggota kepolisian yang menjadi korban serangan napiter. "Tetap mohon dukungan dan doa semua tetap aman dan baik. Khususnya buat bapak polisi yang terluka dan yang sudah dibebaskan," tulis Fifi.

Kakak angkat Ahok, Andi Analta Amir, mengungkapkan, adiknya sedang tertidur nyenyak saat terjadi insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Sehingga, Ahok baru mengetahui kerusuhan di Rutan Mako Brimob tersebut pada pagi harinya.

"Adik saya dalam keadaan tidur nyenyak, jam 11 sudah tidur. Saat kegaduhan berlangsung, dia sudah tidur. Tapi oleh orang yang dekat dari beliau itu menjaga, dan pada posisi pagi hari justru beliau baru mengetahui," ujar Andi saat ditemui dalam acara doa bersama di lapangan Mabes Polri, Kamis (10/5) malam.

Andi mengaku justru ia yang tidak tidur. Sebab, Andi harus menanggapi segala macam pertanyaan tentang kondisi Ahok di Mako Brimob.

"Alhamdulillah atas kesigapan Polri yang begitu sigap dalam menghadapi keadaan yang genting sekali maka walaupun bloknya (Ahok) jauh, pengamanannya ekstra diketatkan. Karena memang keadaan darurat yang tidak kondusif. Jadi, kondisinya sangat runyam," papar Andi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA